PENGARUH PENAMBAHAN GARAM (NaCl) TERHADAP SIFAT MEKANIK Al6061 DENGAN PERLAKUAN PANAS T6 DOUBLE QUENCHING OLI SAE 20W

ARGI EKA PRAMUDITA, AISYAH ENDAH PALUPI

Abstract


Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, khususnya di bidang industri pengecoran logam, mengharuskan manusia untuk melakukan rekayasa guna memenuhi kebutuhan yang semakin kompleks dan berdasarkan permintaan pasar. Pengecoran logam yang sering dijumpai yaitu komponen mesin industri, komponen transportasi, dan rumah tangga. Komponen transportasi laut rata-rata terbuat dari aluminium dan aluminium cor seperti lambung kapal, sirip kemudi, dek, poros kemudi, baling-baling (propeller), dan lain-lain. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kualitas ketangguhan propeller yang baik, salah satunya dengan memperbaiki unsur penyusunnya seperti Si, Mg, dan Mn. Bahkan ada suatu industri yang menerapkan sebuah metode dengan menambahkan unsur garam (NaCl) pada saat proses pengecoran untuk meningkatkan kekerasan dan warna yang lebih cerah pada hasil coran, namun belum diteliti secara ilmiah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh penambahan garam pada paduan aluminium komersil dan Al6061 dengan perlakuan panas T6 double quenching oli SAE 20W terhadap nilai kekerasan dan ketangguhan material propeller . Penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, spesimen diberikan perlakuan panas T6 double quenching oli SAE 20W dan air yang dicelupkan secara berurutan terhadap material hasil cor yang telah ditambahkan dengan garam (NaCl) dengan kadar 11, 16, 21, 26, dan 31 gr, untuk mendapatkan nilai kekerasan dan ketangguhan yang lebih baik. Hasil penelitian, nilai kekerasan Rockwell tertinggi didapatkan dari penambahan kadar garam (NaCl) yaitu 31gr garam (NaCl) dengan komposisi paduan Al6061 (3,5kg)+Al Komersil (1,5kg) dan didapatkan nilai kekerasan sebesar 116 HRb. Pemilihan media pendingin yaitu oli SAE 20W dan air yang dicelupkan secara berurutan memberikan pendinginan yang optimal, serta perlakuan panas aging membantu unsur-unsur paduan dalam solid solution secara bertahap keluar dan membentuk presipitat yang dapat meningkatkan kekerasan paduan. Nilai impact tertinggi didapatkan dari penambahan kadar garam (NaCl) yaitu 21gr garam (NaCl) dengan komposisi paduan Al6061 (3,5kg) + Al Komersil (1,5kg) dan didapatkan nilai sebesar . Spesimen hasil pengecoran yang diberikan perlakuan panas cenderung menurun dibandingkan dengan raw material, hal ini diakibatkan karena proses penuaan dilakukan dalam waktu yang terlalu lama atau temperatur terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan material over aging, menurunya ketangguhan, dan membuat material menjadi getas.ra

Kata Kunci : kekerasan rockwell, impact, garam (NaCl), double quenching.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.