PERANCANGAN MESIN PENAKAR TEPUNG OTOMATIS BERBASIS REVERSE ENGINEERING DAN KEBUTUHAN CUSTOMER

SYEIHAN SYAHRUL SYAH, AGUNG PRIJO BUDIJONO

Abstract


UD Alam Raya Serasi adalah usaha dagang yang bergerak dibidang makanan yang memproduksi Roti Lapis Kukus Suroboyo. Dalam proses produksi roti, diperlukan bahan-bahan dalam takaran tertentu untuk menghasilkan roti yang nikmat sesuai dengan resep. Salah satu bahan utama yang digunakan adalah tepung, tepung harus ditakar dengan berat tertentu agar sesuai dengan resep. Selama ini di pabrik tersebut menggunakan alat penakar dengan merk Fillmach S01P kapasitas 25 Kg dengan sistem Auger Filler. Namun masih ada kekurangan dari alat tersebut diantaranya, dari segi kemudahan perbaikan dan pembersihan pada hooper karena masih menggunakan flens dan baut. Adanya tepung yang jatuh dari output dan ketelitian sistem penakaran. Sistem agitator yang masih menyisakan tepung yang menempel di dinding hooper. Penelitian ini bermaksud untuk merancang ulang mesin penakar tepung otomatis yang sesuai dengan kebutuhan customer menggunakan metode reverse engineering. Pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung pada mesin tersebut dengan maksud untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Setelah memperoleh data kekurangan mesin penakar tepung, porses redesign untuk memperbaiki kekurangan pada mesin tersebut. Kemudian di lakukan perhitungan perancangan elemen mesin hingga didapatkan dimensi komponen terpasang, untuk menvalidasi dilakukan Interference Check dan motion analysis untuk mengetahui efek dari perbaikan desain menggunakan software solidwork. Hasil penelitian menunjukkan desain agitator dengan modifikasi tambahan teflon tebal 3 mm yang dapat diatur jarak himpitannya sejau 10 mm dengan permukaan corong input dapat menyapu tepung dengan baik hingga tepung dapat bergeser dan tidak menempel di permukaan corong input. Desain dengan modifikasi dimensi pitch berbeda menghasilkan kepadatan tepung didalam tabung output, sehingga debit aliran lebih konsisten yang akan meningkatkan kepresisian proses pengisian. Desain komponen corong output setelah modifikasi adalah dengan merubah sistem penguncian yang dirubah menjadi menggunakan sistem penguncian alur dengan 3 baut model T. Perubahan ini menghasilkan percepatan proses pelepasan corong saat melakukan repair atau perawatan mesin menjadi 4 kali lebih cepat yaitu hanya membutuhkan waktu 15 detik untuk pelepasan, membutuhkan 4 langkah pada proses pelepasan. didapatkan kapasitas mesin sebesar 231.5 kg/jam dan menggunakan daya listrik sebesar 0.229 kw (229 W) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak perlu ada perubahan motor penggerak dan transmisi pada mesin ini.

Kata kunci: mesin penakar tepung otomatis, reverse engineering, auger.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.