PENGARUH TEMPERATUR DAN WAKTU PENCELUPAN PADA PROSES HOT DIP GALVANIZING BAJA ST 41 BENTUK PLAT DAN SILINDER TERHADAP KETEBALAN PERMUKAAN

FIKRI HAIKAL AMIN, ARYA MAHENDRA SAKTI

Abstract


Baja St 41 merupakan baja karbon rendah yang seringkali tidak ditunjang dengan sifat mekaniknya yaitu mudah aus dan korosif. Hal ini diperlukan perlindungan dengan cara melapisi menggunakan metode pelapisan hot dip galvanizing. Tujuan dari variasi temperatur dan waktu pencelupan pada proses hot dip galvanizing adalah untuk membandingkan hasil ketebalan lapisan dengan standar ISO 1461 : 1999, variasi temperatur yang digunakan adalah 420 °C dan 450 °C dan variasi waktu pencelupan sebesar 15, 30, dan 45 detik. Proses pencelupan ini dilakukan dengan melapisi baja St 41 dengan seng sebagai perlindungannya. Proses hot dip galvanizing adalah memanaskan seng hingga mencair kemudian celupkan baja St 41 sesuai temperatur dan waktu pencelupan yang diinginkan. Sebagai pendukung maka dilakukan uji ketebalan. Pada hasil pengujian ketebalan spesimen bentuk plat dengan temperatur 420 °C dan waktu pencelupan sebesar 15, 30, dan 45 detik sebesar 50,41 µm, 57,48 µm, dan 63,5 µm. Hasil nilai ketebalan spesimen bentuk silinder dengan temperatur 420 °C dan waktu pencelupan 15, 30, dan 45 detik sebesar 47,03 µm, 56,13 µm, dan 59,26 µm. Hasil ketebalan pada spesimen bentuk plat dengan temperatur 450 °C dan waktu pencelupan 15, 30, dan 45 detik sebesar 48 µm, 55,1 µm, dan 59,73 µm. Untuk nilai ketebalan spesimen silinder dengan temperatur 450 °C dan waktu pencelupan 15, 30, dan 45 detik sebesar 43,56 µm, 52,81 µm, dan 56,74 µm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin lama waktu pencelupan semakin tinggi nilai ketebalannya. Hasil ini sudah ada yang memenuhi batas rata-rata minimum standar ISO 1461 : 1999 yaitu sebesar 55 µm untuk bentuk plat dan 50 µm untuk bentuk silinder.

Kata kunci : hot dip galvanizing, Baja St 41, temperatur pencelupan, waktu pencelupan, uji ketebalan.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.