KARAKTERISTIK BIODIESEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DENGANPROSES DEGUMMING MENGGUNAKANASAM SULFAT DAN ASAM CUKA

ARIEF MAARIJ QIQMANA

Abstract


Konsumsi energi primer Indonesia telah naik 50 persen dan sampai saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable). Sementara rata-rata produksi minyak bumi turun dari 1,6 juta barel per hari menjadi 861.000 barel per hari pada 2012. Untuk mengatasi krisis energi tersebut, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006  tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan bahan bakar alternatif. Selain itu pemerintah juga serius untuk mengembangkan bahan bakar nabati dengan menerbitkan  INPRES No. 1 tahun 2006 tentang penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai sumber bahan bakar. Kedua kebijakan tersebut telah menetapkan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable) seperti Biodiesel. Salah satu bahan bakar nabati yang berasal dari tanaman adalah tanaman Nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang mempunyai rendemen hampir 74%.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, objek penelitian adalah minyak biji nyamplung. Dalam proses pembuatan biodiesel ini, absorban yang digunakan dalam proses degumming adalah Asam Sulfat (H2SO4) dan Asam Cuka (C2H4O2). Kelompok eksperimen meliputi presentase berat absorban sebesar 0,2%, 0,3% dan 0,4% untuk setiap absorban. Proses pembuatan Biodiesel ini meliputi (1) Degumming (2) Esterifikasi(3) Transesterifikasi (4) pencucian biodiesel dengan metode dry-wash. Proses pembuatan biodiesel dilakukan di Lab. Bahan Bakar dan Pelumas UNESA dan pengujian karakteristik biodiesel dilakukan di PT. Pertamina Perak Barat Surabaya, Lab. Motor Bakar Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Brawijaya Malang dan Lab. Kimia Analitik FMIPA UNESA Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses degumming menggunakan asam sulfat 0,4% volume memiliki karakteristik terbaik sebagai berikut: Flash Point520C, Pour point 3 0C , Density0,916 g/cm³, Water contents0,15 % Vol, Viscosity2,0 mm2/s, Heating Value 9759,66kal/grm, dan FFA 0,16 % Berat.Pada proses degumming menggunakan asam cuka 0,4% volume memiliki karakteristik terbaik sebagai berikut: Flash Point600C, Pour point20C , Density0,9269 g/cm³, Water contents0,16 % Vol, Viscosity2,4 mm2/s, Heating Value9102,10 kal/grm, dan FFA 0,12 %.


Kata kunci : Degumming, Minyak Biji Nyamplung, Biodiesel.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.