PENGARUH DAUN TEH DAN DAUN JAMBU BIJI SEBAGAI INHIBTOR ORGANIK ALAMI PADA BAJA SS 304 DALAM LARUTAN ASAM

AFITHRONI LUBIS H

Abstract


Korosi merupakan interaksi logam dengan lingkungannya yang mengakibatkan kerusakan pada logam. Korosi juga dapat terjadi pada baja SS 304 yang dikenal sebagai baja tahan karat. Korosi ini terjadi ketika proses pickling pada baja SS 304 dengan menggunakan larutan asam. Bila tidak dilakukan dengan benar, maka proses pickling akan merusak logam. Maka perlu ditambahakan inhibitor sebagai zat untuk menghambat laju korosi. Inhibitor yang umumnya digunakan merupakan inhibitor yang mempunyai sifat beracun bagi lingkungan, maka dari itu perlu digunakan inhibitor organik yang tidak merusak lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inhibitor ekstrak daun teh dan ekstrak daun jambu biji serta membandingkan efektifitas kedua inhibitor tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan uji rendam terhadap sampel dengan larutan asam berupa HCl dengan konsentrasi sebesar 32%, serta ditambahkanlah pengaruh variasi suhu (30oC dan 40oC) dan pengaruh variasi waktu perendaman (10 menit, 20 menit, dan 30 menit). Inhibitor organik alami yang digunakan adalah ekstrak daun teh dan ekstrak daun jambu biji yang memiliki kandungan zat tanin di mana zat tanin tersebut telah terbukti dapat menghambat laju korosi. Laju korosi dihitung menggunakan metode kehilangan berat. Konsentrasi inhibitor ditetapkan sebanyak 1111,11 ppm. Setelah dihitung laju korosinya, maka dihitung efisiensi inhibitornya dan membandingkan hasil efisiensi inhibitor daun teh dan daun jambu biji. Setelah dilakukan uji rendam, diketahui bahwa kedua inhibitor memiliki pengaruh. Hal ini ditunjukkan setelah melakukan uji statistik yang menunjukkan bahwa r hitung (0,902 untuk dau teh, dan 0,986 untuk daun jambu biji) tidak sama dengan nilai r tabel (0,811). Kedua inhibitor bekerja secara optimal pada suhu perendaman 30oC dengan waktu perendaman selama 10 menit (0,307 x 107 mpy untuk daun teh, dan 0,46 x 107 mpy). Terdapat perbedaan secara signifikan antar kedua inhibitor tersebut, ditunjukkan dengan hasil uji statsitik yang diperoleh nilai t hitung (-0,306) lebih kecil dari nilai t tabel (2,228). Untuk suhu perendaman 30oC inhibitor paling optimal adalah ekstrak daun teh, sedangkan untuk suhu perendaman 40oC adalah ekstrak daun jambu biji.


Kata Kunci: korosi, baja SS 304, HCl, inhibitor organik, ekstrak daun teh, ekstrak daun jambu biji.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.