PROSES PRODUKSI BIOETHANOL DARI BISKUIT AFKIR CAMPUR PT. UNITED BISCUIT MANUFACTORY WARU SIDOARJO

AMBARINI PUSPITASARI

Abstract


Sumber daya alam berupa minyak bumi adalah salah satu sumber energi utama yang banyak digunakan berbagai negara di dunia pada saat ini. Di Indonesia kebutuhan bahan bakar ini selalu meningkat seiring dengan penggunaannya di bidang industri maupun transportasi. Ketersediaan bahan bakar minyak bumi terbatas dan sifatnya tidak terbarukan, sehingga diprediksikan akan terjadi kelangkaan bahan bakar minyak dan menimbulkan adanya krisis energi. Bioethanol adalah salah satu bahan bakar alternatif yang berbahan dasar nabati. Di daerah Waru Sidoarjo terdapat industri yang bergerak dalam bidang pengolahan biskuit yakni PT. United Waru Biscuit Manufactory. Di sekitar industri tersebut terdapat toko pengepul biskuit afkir campur UBM yang dijual dengan harga rendah dan berkualitas rendah. Biskuit afkir campur tersebut setelah diuji memiliki kandungan karbohidrat 59,06 %. Karbohidrat merupakan syarat utama bahan baku untuk dijadikan bioethanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan potensi biskuit afkir campur menjadi bioethanol. 


Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan tiga tahapan proses. Proses pertama yaitu tahap persiapan, 250 ml biskuit afkir dicampur air dengan variasi 1750 ml, 2000 ml, dan 2250 ml kemudian disakarifikasi. Tahap kedua, adalah fermentasi (peragian) dengan bantuan ragi saccharomyces cerevisiae (ragi tape) dengan masing-masing perbandingan diberi 6 gram dan 12 gram dalam waktu 3 hari, 4 hari dan 5 hari. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paling optimal. Tahap ketiga distilasi (pemurnian), yaitu pemisahan kadar etanol dan air dengan suhu 78oC.


Metode penelitian awal menggunakan bahan baku biscuit afkir campur sebanyak 250 g, variasi air 1750 cc, 2000 cc, dan 2250 cc. Variasi jumlah ragi tape 6 g dan 12 g dengan lama fermentasi 3 hari, 4 hari, dan 5 hari. Dari penelitian awal ini di hasilkan bioetanol berkadar 59% (kondisi paling optimum) pada jumlah air 1750 cc, jumlah ragi 6 g, dan lama fermentasi 5 hari. Berdasarkan kondisi optimum ini, maka untuk membuat bioetanol kualitas tinggi (≥90%) dilakukan distilasi bertingkat menggunakan silica gel 50 g dan bioetanol dicampur dengan garam sebanyak 10% dari hasil distilasi pertama. Pada penelitian lanjutan, memakai bahan baku sebanyak 1 kg, air 7000 cc, ragi 24 gr dan lama fermentasi 5 hari menghasilkan bioethanol kadar 95% sebanyak 380 cc. Hasil uji karakteristik bioethanol biskuit afkir campur untuk nilai kalor sebesar 5899 kcal/kg, flash point 190C, pour point -160C, densitas 0,8248 Kg/l, dan viskositas 1,542 cSt.


Kata Kunci : bioethanol, biscuit afkir campur, ASTM


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.