PENERAPAN BIBLIOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN TENTANG LABELLING NEGATIF PADA SISWA KELAS VII-D DI SMPN 2 DLANGGU-MOJOKERTO

AMALIA ANGGRAENI

Abstract


Penelitian ini berawal dari fenomena siswa yang belum memiliki pemahaman tentang labelling negatif yang berakibat pada ketidak efektifan proses belajar mengajar di kelas VII-D SMPN 2 Dlanggu yang ditunjukkan dengan sikap memberikan julukan negatif kepada temannya tanpa melihat keseluruhan sifatnya, memberikan julukan secara berulang-ulang hingga ndividu lain marah dan menyebabkan permusuhan dan perkelahian antar teman. Upaya yang dilakukan guru BK di sekolah untuk menangani permasalahan tersebut adalah dengan menegur siswa yang bersangkutan, melakukan sosialisasi di kelas tentang tata tertib, melakukan permainan di kelas untuk meningkatkan keakraban siswa, upaya tersebut sudah baik namun belum maksimal karena masih sering ditemui siswa yang belum memiliki pemahaman tentang labelling negatif. Hal tersebut membuat pentingnya sebuah teknik untuk diterapkan dalam menangani permasalahan siswa.Tujuan penelitian ini adalah menguji penerapan teknik biblioterapi untuk meningkatkan pemahaman tentang labelling negatif siswa kelas VII-D SMPN 2 Dlanggu. Jenis penelitian ini mnggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre-experimental design dengan bentuk one group pre-test post-test design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket labelling untuk memperoleh data tingkat pemahaman tentang labelling negatif siswa kelas VII-D SMPN 2 Dlanggu. Subjek dalam penelitian ini adalah 7 siswa dari kelas VII-D yang memiliki pemahaman tentang labelling negatif dalam kategori rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik non prametrik analisis uji Wilcoxon.Berdasarkan hasil analisis dengan ketentuan N = 7 menunjukkan bahwa nilai ρ (kemungkinan harga dibawah Ho) = 0.018 lebih kecil dari α (taraf kesalahan) sebesar 5% = 0.05 atau 0.018 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hipotesis penelitian ini yang berbunyi “penerapan biblioterapi efektif untuk meningkatkan pemahaman tentang labelling negatif pada siswa kelas VII-D di SMPN 2 Dlanggu” dapat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan biblioterapi efektif untuk meningkatkan pemahaman tentang labelling negatif pada siswa kelas VII-D di SMPN Dlanggu.


 


Kata Kunci : biblioterapi, pemahaman labelling negatif


 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.