IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA KOMPETENSI DASAR MERANCANG KOLOM STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG KELAS X TGB DI SMK N KUDU JOMBANG

MUNZIR KAMALA S.

Abstract


Mata pelajaran menggambar rencana kolom beton bertulang merupakan salah satu dari pelajaran produktif yang ada di SMK yang baru didapatkan siswa pada saat siswa masuk dari jenjang sebelumnya ke SMK khususnya jurusan teknik gambar bangunan. Hal ini menyebabkan siswa kurang memahami materi-materi yang diberikan oleh guru. Kurangnya minat belajar pada mata pelajaran menggambar rencana kolom beton bertulang semakin diperparah oleh tidak adanya buku referensi yang dimiliki siswa. Setiap mata pelajaran yang ada di SMKN Kudu  memiliki standar nilai, yang biasa disebut Kriteria Kelulusan Minimum (KKM). Nilai KKM pada mata pelajaran merancang kolom struktur gedung beton bertulang  yang telah ditetapkan sekolah yaitu 75. Belajar yang baik dapat dilihat dari hasil belajar siswa, dimana hasil belajar tersebut telah mencapai nilai KKM yang telah ditentukan oleh sekolah.


Model pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan, keterlaksanaan, respon siswa dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran menggambar rencana kolom beton bertulang.


Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yakni metode penelitian kuasi eksperimen. Penelitian ini difokuskan dengan menggunakan One-Shot Case Study. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik angket, teknik observasi dan teknik tes. Teknik angket digunakan untuk melaksanakan validasi perangkat pembelajaran, dan untuk mengetahui respon siswa, sedangkan teknik observasi digunakan untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri, dan teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri. Hasil validasi prosentase rata-rata kelayakan perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, materi dan angket respon yaitu 83,33%, sangat layak untuk digunakan. 


Hasil penelitian menunjukkann bahwa Prosentase keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri yaitu 82,92%, maka model pembelajaran inkuiri tersebut sudah dilaksanakan dengan sangat baik sesuai dengan sintak. Untuk hasil belajar siswa diperoleh berdasarkan hasil analisis data yaitu nilai maksimal Tes Akhir  siswa pada mata pelajaran merancang kolom struktur gedung beton bertulang sebesar 100. Nilai minimal tes akhir yaitu sebesar 75, sedangkan standar deviasi diperoleh sebesar 49,29. Hasil belajar tersebut menunjukkan bahwa, hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri 94% siswa melebihi KKM 75


Kata Kunci: Model Pembelajaran Inkuiri dan Hasil Belajar


Subject to draw a plan of reinforced concrete columns  is one of the productive subject in SMK newly obtained student when the student enter from the previous level to SMK particularly the lack major engineering drawing of the building. This causes  make student less understand the material given by the teacher. Lack of interest in learning the subject draw plan reinforced concrete column exacerbated by nothing the reference book to student. Every subject  in SMKN Kudu has a standard value, commonly called the Minimum Graduation Criteria (KKM). Value KKM on the subject of designing structure column of reinforced concrete building has been established school is 75. Good learning can be seen from the results of student learning, which The  results learning has KKM value that determined by the school.


Inquiry learning model is a series of activities learning that emphasizes the process of thinking critically and analytically to search and find their own the answer from a problem that is questionable. Process thinking itself is usually done through debriefing between teacher and student.


The purpose of this study was to determine the feasibility, keterlaksanaan, student responses and student learning outcomes with using inquiry learning model of the subject of designing reinforced concrete column.


This study use a quantitative research methodsie, quasi-experimental research methods. This research focus using One-Shot Case Study. Data collected by using a questionnaire, observation techniques and test techniques. Questionnaire techniques use to implement the validation of learning tools, and to know response of the student,  while the observation techniques used to observe adherence to the inquiry learning model and test techniques used to  know the results of student learning using inquiry learning model. Results validation average percentage feasibility learning device that consists of a syllabus, RPP, materials and questionnaire responses, namely 83.33%, very decent to use.


the results show percentage keterlaksanaan inquiry learning model that is 82.92%, so inquiry learning model is already implemented very well according to SINTAK. For resulte of student obtained based on the data analysis that is the maximum value of students in the Final Test on the subject of designing strctural column, reinforced concrete building at 100.  the minimum value  in the final test is 75, while the standard deviation obtained for 49.29.  Result The study shows that student learning outcomes using inquiry learning model 94% of students KKM exceeding 75.


Keywords: Inquiry Learning Model and Learning Outcomes


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.