PENERAPAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA MINIATUR DENGAN METODE LATIHAN TERBIMBING PADA MATERI MENGGAMBAR KONSTRUKSI BETON BERTULANG DI SMKN 3 SURABAYA

DISCA APRILIA MANDITA PUTRA

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik di sekolah tersebut masih kesulitan saat memasuki materi menggambar penulangan konstruksi beton bertulang. Siswa kesulitan dalam membayangkan bentuk penulangan yang sesungguhnya di lapangan apabila guru mengajar hanya menggunakan gambar 2 D yang dipresentasikan secara lisan. Inovasi yang dapat dilakukan oleh guru agar pembelajaran lebih optimal adalah dengan memilih media dan metode pembelajaran yang sesuai sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran menggunakan media miniatur dengan metode latihan terbimbing pada mata pelajaran menggambar konstruksi beton bertulang.


Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen (Quasi Experiment) dan rancangan penelitian ini menggunakan model “Posttest-Only control design”. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Program Studi Keahlian Teknik Gambar Bangunan di SMK Negeri 3 Surabaya, sedangkan sampel yang digunakan adalah Kelas XI T.GB 1 sejumlah 32 siswa dan Kelas XI T.GB 2 sejumlah 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar keterlaksanaan pembelajaran, tes hasil belajar, dan angket respon siswa. Teknik pengumpulan data berupa kuesioner, pengamatan, pemberian tes, dan pengisian angket respon siswa. Hasil validasi perangkat pembelajaran meliputi : 1) RPP dengan prosentase sebesar 83,33 % dinyatakan sangat valid, 2) Media pembelajaran dengan prosentase sebesar 79,57 % dinyatakan valid, 3) Materi dengan prosentase 84,00 % dinyatakan sangat valid, 4) Soal dengan prosentase 81,90 % dinyatakan sangat valid.


Hasil keterlaksanaan pembelajaran menggunakan media miniatur dengan metode latihan terbimbing pada tatap muka ke I) : 70,00 %, II) : 71,43 %, III) : 75,00 %, IV) : 77,14 % terlaksana dengan baik. Data kelas yang menerapkan media miniatur dengan metode latihan terbimbing maupun kelas yang tanpa menerapkan media miniatur dengan metode latihan terbimbing berasal dari populasi yang terdistribusi normal (Kolmogorov-Smirnov). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Tahap ke-1 didapat nilai thitung = 2,213 > ttabel = 2,001, 2) Tahap ke-2 didapat nilai thitung = 5,041 > ttabel = 2,0025, 3) Tahap ke-3 didapat nilai thitung = 4,454 > ttabel = 2,0025, 4) Tahap ke-4 didapat nilai thitung = 5,014 > ttabel = 2,001. Artinya bahwa, ada perbedaan hasil belajar antara kelas yang menerapkan media miniatur dan metode latihan terbimbing dengan kelas yang tanpa menerapkan media miniatur dan metode latihan terbimbing pada proses pembelajaran. Hasil rata-rata skor respons pada media miniatur sebesar 4,240 mempunyai kategori tinggi/positif, sehingga dapat dinyatakan bahwa media miniatur dapat mendukung proses belajar siswa.


Kata kunci: Media miniatur, metode latihan terbimbing, hasil belajar.


This research is motivated by learners in these schools are still difficulties when entering the draw reinforcement material reinforced concrete construction. Students difficulty in imagining the actual shape of reinforcement in the field when teachers teach using only 2D images presented orally. Innovations that can be done by teachers to be more optimal learning is to choose the media and teaching methods accordingly so that learning objectives can be achieved. This study aims to determine the application of learning to use a miniature media with guided training methods on subjects drawing reinforced concrete construction.


This research is a quasi-experimental research (Quasi Experiment) and the design of this study using the model "Posttest-Only control design". The research was conducted in the second semester of academic year 2014/2015. The population in this study were all students of class XI Expertise Program Architecture Engineering at SMK Negeri 3 Surabaya, whereas the sample used is a Class XI student T.GB 1 number 32 and Class XI T.GB 2 a number of 31 students. The research instrument used in the form of a questionnaire sheet validation of learning tools, sheet keterlaksanaan learning, achievement test, and the student questionnaire responses. Data collection techniques such as questionnaires, observation, administration of tests, and charging the student questionnaire responses. Results of the validation study include: 1) RPP with a percentage of 83.33% is expressed very valid, 2) learning media with a percentage of 79.57% is valid, 3) material with a percentage of 84.00% is expressed very valid, 4) Problem with a percentage of 81.90% is expressed very valid.


Results of feasibility study using a miniature media with guided training methods in face-to I): 70.00%, II): 71.43%, III): 75.00%, IV): 77.14% performing well. Data class that implements the miniature media with guided training methods and classes without applying the miniature media with guided practice methods derived from a population that is normally distributed (Kolmogorov-Smirnov). The results showed that: 1) Phase 1 values ​​obtained t = 2,213> t table = 2.001, 2) Phase 2 obtained value of t = 5,041> t table = 2.0025, 3) Phase 3 obtained value t = 4.454 > table = 2.0025, 4) Phase 4 obtained value t = 5.014> t table = 2.001. It means that, there are differences in learning outcomes between the class that implements the miniature media and method of practice guided by the class without applying the miniature media and method of practice guided in the learning process. The average yield response to media miniature score of 4.240 has a higher category / positive, so it can be stated that the miniature media can support the students' learning process.


Keywords: Media miniature, guided training methods, learning outcomes.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.