PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODUL ANTARA MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA MATA PELAJARAN GAMBAR INTERIOR DAN EKSTERIOR BANGUNAN GEDUNG

FERI EKO FITRIONO

Abstract


Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pada mata pelajaran gambar interior disebabkan karena kurang memahami elemen interior yang akan digambar. Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa belum memiliki panduan untuk belajar mata pelajaran gambar interior, sehingga siswa tidak dapat mempelajari materi terlebih dahulu sebelum materi disampaikan oleh guru. Agar siswa dapat berpartisipasi aktif, lebih bertanggung jawab secara individu, dan dapat bekerja sama dengan teman sebayanya dengan baik diperlukan model pembelajaran kooperatif STAD (Student Teams Achievement Division) dengan menggunakan modul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa dan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran STAD dengan menggunakan modul.


Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen (True experimental design) dengan rancangan penelitian menggunakan post-test-only control design. Populasinya adalah siswa TGB dan sampelnya adalah kelas XI TGB 1 dengan jumlah 29 siswa dan XI TGB 2 dengan jumlah 30 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, angket respon siswa dan lembar tes hasil belajar.


Dari hasil pengamatan, perbedaan keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama kelas eksperimen presentasenya sebesar 89,26%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 85,33%. Pada pertemuan kedua kelas eksperimen presentasenya sebesar 91,11%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 86,00%. Pada pertemuan ketiga pada kelas eksperimen sebesar 92,22%, sedangkan kelas kontrol sebesar 86,67%. Respon siswa menunjukkan presentase sebesar 73,84% dengan kategori baik. Pada kelas eksperimen terdapat skor perbaikan individu yang didapatkan dari pemahaman setiap individu dalam kelompok pembelajaran STAD. Skor perbaikan individu dalam pembelajaran STAD pada pertemuan kedua didapatkan skor rata-rata 20,00 poin, sedangkan pada pertemuan ketiga didapatkan skor 21,33 poin dengan kategori tuntas karena termasuk dalam interval 20-30 poin. Perbedaan hasil belajar siswa kelas eksperimen pada pertemuan kedua didapatkan nilai rata-rata sebesar 78,10 dengan kategori tuntas, sedangkan hasil belajar siswa kelas kontrol didapatkan nilai rata-rata 77,45 dengan kategori tuntas. Perbedaan hasil belajar siswa  kelas eksperimen pada pertemuan ketiga didapatkan nilai rata-rata 81,60 dengan kategori tuntas, sedangkan hasil belajar siswa kelas kontrol didapatkan nilai rata-rata 75,24 dengan kategori tuntas. Dari analisis uji hipotesis tes hasil belajar pertemuan kedua didapatakan nilai thitung = -0,95 dan ttabel = 1,67, maka dalam uji t tersebut nilai thitung < ttabel, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Uji-t pada pertemuan kedua masih belum terdapat perbedaan, sedangkan dari analisis uji hipotesis tes hasil belajar pertemuan ketiga didapatkan nilai thitung = 4,52 dan ttabel = 1,67, maka dalam uji t tersebut nilai thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Uji-t pada pertemuan ketiga terdapat perbedaan. Hasil penelitian, meskipun model pembelajaran STAD dan model pembelajaran langsung hasil belajarnya sama tuntas, perbedaan hasil belajar siswa antara kelas XI TGB 2 dengan menggunakan model pembelajaran STAD menggunakan modul nilai hasil belajarnya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas XI TGB 1 dengan model pembelajaran langsung.


Kata Kunci: Model Pembelajaran STAD, Modul, Hasil Belajar.


Abstract


Students having difficulty in understanding the material on the interior drawing subjects due to lack of understanding of the elements of interior to be drawn. When learning takes place, students have no guide to study the interior drawing subjects, so that students can not learn the material before the material presented by the teacher. In order for students to participate actively, more responsible individually, and can work together with their peers well required a cooperative learning model of Student Teams Achievement Division using modules. The purpose of this research was to determine the implemented learning, student responses and student learning outcomes using STAD learning model by using modules.


The method used was experimental research (True experimental design) the research design of post-test-only control design. The population is students of TGB and the sample is a class XI TGB 1 with 29 students and XI TGB 2 with 30 students. The research instrument consists of a sheet validation learning device, observation sheets of emplemented learning, student questionnaire responses and achievement posttest sheet.


From the observation, differences emplemented learning experimental class at the first meeting the percentage is 89,26%, while the control class is 85,33%. The second meeting of the experimental class the percentage is 91,11%, while the control class is 86,00%. The third meeting of the experimental class the percentage is 92,22%, while the control class is 86,67%. Student responses indicate a percentage of 73,84% with a good category. In the experimental class there is individual improvement score obtained from the understanding of every individual in the group on STAD. Scores of individual improvement in STAD at the second meeting obtained an average score of 20.00 point, while at the third meeting obtained a score of 21.33 point with a complete category because it is included in the interval of 20-30 points. The results of students in the experiment class at the second meeting obtained an average value of 78,10 with a category completely, while the result of students in the control class obtained an average value of 77,45 with a category completely. The result of students in the experiment class at the third meeting obtained an average value of 81,60 with a category completely, while the results of students in the control class obtained an average value of 75,24 with a category completely. From the analysis of hypothesis on achievement test at the second meeting obtained a value of tcount = -0,95 and the ttabel = 1,67, then the t test tcount < ttabel. so H0 is accepted and Ha rejected. The t-test at a second meeting there was no differences, while the analysis of hypothesis on achievement test at the third meeting obtained a value of tcount = 4,52 and the ttabel = 1,67, then the t test tcount > ttabel. so H0 is rejected and Ha accepted. The t-test at the third meeting there are differences. From the research, although the model of STAD and direct instructional model learning outcomes are equally complete, differences in learning outcomes of students between XI TGB 2  class using STAD learning model with modules the value of learning outcomes is higher than the XI TGB 1  class with direct instructional model.


Keywords: STAD Learning Model, Modules, Learning Outcomes.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.