EVALUASI SISTEM DRAINASE KECAMATAN PONOROGO KABUPATEN PONOROGO

HERI SURYAMAN

Abstract


Ponorogo berada pada ketinggian antara 90-199 m dengan kondisi lahan 90% landai atau datar. Kemiringan rata-rata yaitu 0,001 ke arah barat. Wilayah Kota Ponorogo terdapat daerah genangan sementara dengan luas 205,5 ha, dengan kedalaman genangan berkisar 30-50 cm dan lama genangan 0,5-1 hari, permasalahan pada daerah tersebut adalah keadaan saluran drainase primer dan saluran drainase sekunder yang tidak dapat menampung debit rancangan.


Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas saluran primer dan saluran sekunder dengan debit rancangan yang dihitung menggunakan analisis hujan rancangan metode distribusi frekuensi Log Pearson Type III kala ulang 25 tahun. Hasil analisa saluran eksisting yang tidak mampu menampung debit rancangan dilakukan rehabilitasi saluran. Saluran yang diteliti meliputi saluran Primer Kali Kategan, Primer Kali Mungkungan dan Sekunder Kali Tambak Kemangi.


Hasil penelitian menunjukkan Primer Kali Kategan ruas P29-P40 kapasitas salurannya 22,9974538 m3/det, debit rancangan 23,5890426 m3/det, debit pengamatan 23,2974239 m3/det. Primer Kali Mungkungan ruas P16-P21 kapasitas salurannya 4,0992344 m3/det, debit rancangan 5,0005503 m3/det, debit pengamatan 4,7272755 m3/det. Primer Kali Mungkungan ruas P29-P35 kapasitas salurannya 9,6469072 m3/det, debit rancangan 10,1457773 m3/det, debit pengamatan 10,8816255 m3/det. Sekunder Kali Tambak Kemangi ruas P32-P40 kapasitas salurannya 1,8081730 m3/det, debit rancangan 1,8382242 m3/det, debit pengamatan 2,8138916 m3/det. Penyempitan juga menyebabkan efek back water. Rekomendasi yang dilakukan menggunakan perencanaan kapasitas dimensi saluran 25 tahun.


Kata Kunci       : Sistem Drainase, Debit Rancangan, Kapasitas Saluran Primer, Kapasitas Saluran Sekunder, Drainase Kota Ponorogo


 


EVALUATION SYSTEM DRAINAGE DISTRICT PONOROGO
DISTRICT PONOROGO
 


Heri Suryaman


Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya


herisuryaman@gmail.com


 


Prof. Dr. Ir. H. Kusnan, SE., MM.,MT.


 


Abstract         


 


Ponorogo is located at an altitude of between 90-199 m with the condition 90% gently sloping land or flat. Average slope - the average is 0,001 to the west. Ponorogo city areas while there is a pool area with an area 205,5 ha, with inundation depths ranging from 30-50 cm long and puddles 0,5 to 1 day, the problem in the region is the state of the primary drainage and secondary drainage channels can not accommodate discharge draft.


This study aimed to evaluate the capacity of the primary channel and secondary channel with a design discharge calculated using precipitation analysis design distribution method Log Pearson Type III frequency when the 25-year anniversary. Results of analysis of existing channels are not able to accommodate the design discharge channel rehabilitated. Channel under study include the river channel Kategan Primer, Primer river Mungkungan farms and Basil Secondary river.


Primary results showed Kategan river segment P29-P40 channel capacity m3/sec 22,9974538, discharge plan 23,5890426 m3/sec, discharge observations 23,2974239 m3/sec. Primary Mungkungan river segment P16-P21 4,0992344 m3/sec channel capacity, the design discharge 5,0005503 m3/sec, discharge observations 4,7272755 m3/sec. Primary Mungkungan river segment P29-P35 channel capacity 9,6469072 m3/sec, the design discharge 10,1457773 m3/sec, discharge observations 10,8816255 m3/sec. Basil Secondary Pond river segment P32-P40 channel capacity 1,8081730 m3/sec, the design discharge 1,8382242 m3/sec, discharge observations 2,8138916 m3/sec. Constriction also cause back water effect. Recommendations are made ​​using capacity planning 25-year dimensional channel.


Keywords         :  Drainage System, Debit Plan, Capacity Primary Channel, Secondary Channel Capacity, Ponorogo Town Drainage


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.