PENGARUH PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) TERHADAP KOMPETENSI SISWA SMKN 1 SIDOARJO

AVIDA ARISANDI

Abstract


Dalam rangka mendekatkan kesesuaian mutu tamatan dengan kemampuan kerja, maka kegiatan belajar mengajar akan dimungkinkan dapat berlangsung di dua tempat, di sekolah dan di industri. Di sekolah, para siswa diajarkan teori dan praktik, sedangkan di industri siswa dituntut mempraktikkan materi pelajaran teori dan praktik tersebut. Dengan proses belajar seperti ini, para siswa SMK akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai persiapan  memasuki dunia industri atau bursa kerja serta diharapkan kompetensi siswa dapat mengalami peningkatan saat siswa kembali belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh nilai awal dan pelaksanaan Prakerin terhadap peningkatan kompetensi siswa SMKN 1 Sidoarjo dalam bidang studi Menggambar Teknik Bangunan dan Rencana Anggaran Biaya. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan Prakerin terhadap kompetensi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMKN  1  Sidoarjo pada Tahun Pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI Jurusan Teknik Gambar Bangunan yang berjumlah 60 siswa. Sampel penelitian adalah siswa Kelas XI TGB 1 yang melaksanakan Prakerin pada gelombang pertama dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data berupa Tes setelah pelaksanaan Prakerin dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa soal perhitungan dengan uraian dan soal unjuk kerja berupa menggambar. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Analisis Regresi dua prediktor dengan taraf signifikan 5%. Dari hasil perhitungan dalam bidang menggambar ditemukan persamaan garis Regresi Y = + 0,199 X1 + 1,080 X2 -22,250 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,965 yang artinya nilai Uji Kompetensi menggambar sebesar 96,5 % ditentukan oleh nilai awal dan nilai Prakerin. Dari analisis diketahui bahwa nilai awal sebelum prakerin (X1) mempunyai sumbangan sebesar 15 % dan nilai prakerin (X2) mempunyai sumbangan sebesar 81,5% dalam menentukan kompetensi siswa (Y), sedangkan 3,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang dalam penelitian ini tidak diperhitungkan. Sedangkan dalam bidang merencanakan anggaran biaya didapat persamaan Regresi Y = - 0,450 X1 + 1,965 X2 - 33,399 dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,825 yang artinya nilai Uji Kompetensi menggambar sebesar 96,5 % ditentukan oleh nilai awal dan nilai Prakerin. Dari analisis diketahui bahwa nilai awal sebelum prakerin (X1) mempunyai sumbangan sebesar 15,37 % dan nilai prakerin (X2) mempunyai sumbangan sebesar 67,13% dalam menentukan kompetensi siswa (Y), sedangkan 17,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diperhitungkan. Dengan demikian nilai awal dan nilai Prakerin mempunyai pengaruh yang positif terhadap kompetensi siswa.

Kata kunci : Prakerin, kompetensi

ABSTRACT

In order to bring quality conformity graduates with the ability to work, then it will be possible teaching and learning activities can take place in two places, in schools and in industry. At school, students are taught the theory and practice, while in the industrial course material students are required to practice the theory and practice. With this learning process, the vocational students will gain valuable experience in preparation for entering the job market as well as industrial or competencies students are expected to have increased when students return to school. This study aims to determine the extent of the influence of the initial value and the implementation industrial employment practices to increase student competence in the field of SMK 1 Sidoarjo Building Drawing study and Budget Plan. This study includes a correlational study aimed to determine the effect of the implementation of the competency industrial employment practices students. Research conducted at SMK 1 Sidoarjo on the Academic Year 2011/2012. The population in this study were all students of Class XI Department of Architecture Engineering, amounting to 60 students. Samples were students in Class XI TGB 1 industrial employment practices implementing the first wave of the 30 students. Data collection techniques such as Test after industrial employment practices implementation and documentation. Instruments used in the research is a matter of calculation with descriptions and performance matter in the form of drawing. Data analysis techniques used are Regression Analysis Testing two predictors with significance level of 5%. From the calculation in the field of drawing found regression line equation Y = 1.080 + 0.199 X1 + X2 -22.250 with the coefficient of determination (R2) of 0.965, which means the value of drawing Competency Test 96.5% determined by the initial value and the value industrial employment practices. Of the analysis show that the initial value before industrial employment practices (X1) has a contribution of 15% and value industrial employment practices (X2) has a contribution of 81.5% in determining the competence of students (Y), while 3.5% is influenced by other variables in this study not taken into account. While in the field of budget plan obtained regression equation Y = - 0.450 1.965 X1 + X2 - 33.399 with a coefficient of determination (R2) of 0.825, which means the value of Budget Plan Competency Test 82.5% is determined by the initial value and the value industrial employment practices. Of the analysis show that the initial value before industrial employment practices (X1) has a contribution of 15.37% and the value industrial employment practices (X2) has a contribution of 67.13% in determining the competence of students (Y), while 17.5% is influenced by other variables not taken into account. Thus the initial value and the value industrial employment practices have a positive influence on students' competence.

Keywords: Industrial Employment Practices, competence


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.