Jurnal Kesehatan Olahraga | Vol 4, No 3, (2016)

EVALUASI PEMBINAAN CABANG OLAHRAGA BOLAVOLI SURABAYA UNTUK MENGHADAPI KEJURPROV REMAJA 2016(Studi pada Atlet Kejurprov Bolavoli Putra Surabaya)

SIDU TRIMUKTI HARLIANDES,

Abstract

Pembinaan olahraga merupakan faktor yang sangat penting dalam memajukan serta meningkatkan prestasi olahraga, karena berkembang tidaknya dunia olahraga itu tergantung pada pembinaan olahraga itu sendiri, dalam prosesnya pemerintah Kota Surabaya melakukan pembinaan salah satunya pada cabang olahraga bolavoli yang dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan provinsi bolavoli tingkat remaja U-16 tahun 2016 melalui proses seleksi dari kejuaraan piala Koni Surabaya. Dalam konteks penelitian ini penulis meninjau dan melakukan observasi dimulai dari kiprah atlet Kejurprov bolavoli remaja edisi – edisisebelumnya, tim bolavoli remaja putraSurabaya tidak dapat berbuat banyak, dalam dua edisi Kejurprov terakhir tidak mampu untuk menembus 4 besar, akan tetapi yang terpenting dari pembinaan itu sendiri memberikan jam terbang tinggi bagi atlet untuk berkompetisi pada tingkatan selanjutnya, terbukti pada pada kejuaraanbolavoli tingkat junior putra kota Surabaya pada tahun 2012,2014 dan 2015 tim bolavoli junior putra Surabaya berhasil mendapatkan peringkat pertama yang merupakanhasil dari pembinaanpemkot Surabaya serta Surabaya sendiri merupakan baromater bolavoli Jawa Timur yang para atletnya menyumbang 75 % di puslatdauntuk bertanding di PON sedangkan di event yang lebih tinggi internasional SEA GAMES menyumbang 60 % atlet

Evaluasi pembinaan merupakan kata-kata yang tepat untuk menjadi topik hangat dalam pembahasan lebih lanjut tentang hal diatas, Oleh karena itu dilihat dari latar belakang Surabaya yang merupakan barometer bolavoli Jawa Timur, terdapat permasalahan yang harus dirumuskan secara jelas, tegas dan bersifat operasional agar dapat dipertanggungjawabkan. Adapun rumusan masalah yang dapat diajukan dalam penilitian ini tentang pola pembinaan atlet bolavoli putraKota Surabaya untuk menghadapi Kejurprov bolavoli tingkat remaja dengan tujuan Untuk memperoleh informasi secara nyata tentang pembinaan cabang olahraga bolavoli di Kota Surabaya untuk menghadapi Kejurprov bolavoli tingkat remajaJenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process dan Product) (Stufflebeam, 1985; Slamet, 1999; Suharsimi & Cepi, 2004).Arikunto (2010) menyatakan bahwa jenis penelitian deskritif kuantitatif menjelaskan tentang hasil penelitian berdasarkan data kuantitatif berupa angka – angka yang diperoleh dari penelitian, baik secara manual mapun dengan menggunakan jasa komputer.Model CIPP ini dipilih karena merupakan model evaluasi program yang mencakup seluruh komponen sistem pengelolaan, sehingga hasil evaluasi dapat menyajikan informasi tentang kelemahan dan kelebihan setiap komponen sistem

Berdasarkan analisis data dapat disajikan simpulan hasil penelitian yang mencakup 4 permasalahan yang menjadi fokus evaluasi dalam penelitian ini, Contex, Input, Process, Product (CIPP) hasil program pembinaan bolavoli putra dalam mengikuti kejuaraan provinsi Jawa Timur tingkat remaja diantaranya :

Contextprogrampembinaan bolavoli putra dalam mengikuti kejuaraan provinsi Jawa Timur tingkat remaja tahun 2016 sangat sesuai dengan persentase 100 % karena telahmendapatkan dukungan dari berbagi pihak diantaranya dari pemkot Surabaya, sponsor (PT. Samator, Bank Jatim), Klub (Nanggala, Samator, Porkes, Amfibi)

Inputprogram pembinaanbolavoli putra dalam mengikuti kejuaraan provinsi Jawa Timur tingkat remaja tahun 2016yaitu SDM pelatih, atlet dan pengurus denganmengacu pada persepsi terhadap fasilitas dan program latihan memiliki nilai persentase tertinggi sebesar S = 50,7 % dan S = 53,8 % untuk kategori pelatih sehingga dapat dikatakan cukup sesuai atas persepsi terhadap fasilitas dan progam latihan yang ada, untuk kategori atlet memiliki nilai persentase tertinggi sebesar S = 48,17 % dan SS =50,4 % sehingga dapat dikatakan cukup sesuai atas persepsi atlet terhadap fasilitas dan program latihan yang ada dan untuk pengurus memiliki nilai tertinggi sebesar TS =43,30 % sehingga dapat dikatakan cukup sesuai atas persepsi pengurusterhadap fasilitas

Process program pembinaan bolavoli putra dalam mengikuti kejuaraan provinsi Jawa Timurtingkat remaja tahun 2016sangat sesuai dengan prosedur yang sistematis karena telah menjalani kriteria proses (seleksi atlet, pelaksanaan pelatihan, try in, dan post test) walaupun pelaksanaan pelatihan sangat singkat

Product program pembinaan bolavoli putra dalam mengikuti kejuaraan provinsi Jawa Timur tingkat remaja tahun 2016 cukup sesuai dikarenakanhanya masuk pada babak 16 besar atau sama dengan hasil yang diraih pada edisi sebelumnyadan tidak dapat dikatakan sangat sesuai mengingat target awal menjadi juara.

Dari hasil penelitian dengan mengunakan model CIPP (Context, Input, Process dan Product)maka dapatditarik kesimpulan bahwa pola pembinaan cabang olahraga bolavoli U-16Surabaya untuk menghadapi kejurprov remaja 2016 sudah berjalan dengan kesesuaian kriteria model CIPP yang menghasilkan regenerasi atlet Surabaya untuk menghadapi kejuaraan bolavoli tingkat selanjutnya.


Full TEXT