Jurnal Kesehatan Olahraga | Vol 4, No 3, (2016)

KONTRIBUSIPOWER OTOT TUNGKAI KEKUATAN OTOT LENGAN DANFLEKSIBILITAS PERGELANGAN TANGAN TERHADAPKEMAMPUAN SMASHPADA PEMAINBOLAVOLI

REVANDI DWI ANGGRIAWAN,

Abstract

Olahraga bolavoli merupakan olahraga yang membutuhkan kelengkapan kondisi fisik. Selain itu untuk dapat bermain bolavoli dengan mahir dan profesional harus dapat menguasai teknik-teknik dasar dalam permainan bolavoli. Salah satu teknik yang harus dikuasai adalah Smash. Smash merupakan teknik dasar pukulan yang digunakan untuk menyerang diatas net yang efektif untuk mendapatkan point. Smash harus dilakukan dengan keras, terarah, tepat, dan lawan sulit menerimanya, dengan cara menempatkan bola smash ke area yang sulit dijangkau oleh para pemain lawan. Untuk dapat melakukan smash dengan baik diperlukan Power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya kontribusi power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan terhadap kemampuan smash pada pemain bolavoli.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Dengan maksud memberikan gambaran ada tidaknya dan seberapa besar kontribusi antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam penelitian yang dijadikan subjek penelitian adalah pemain putri pembinaan dan pembibitan olahragawan berbakat cabang olahraga bolavoli “Sidoarjo Jaya” sebanyak 30 pemain.

Pada uji normalitas dalam penelitian ini semua variabel dinyatakan berdistribusi normal karena nilai signifikansi lebih besar dari α yaitu 0,05. Dari tabel korelasi menunjukkan terdapat Kontribusi yang lemah antara Power otot tungkai (X1) terhadap kemapuan smash (Y) sebesar 36,7 %. Pada kekuatan otot lengan (X2)terhadap kemampuan smash (Y) terdapat kontribusi yang cukup sebesar 43,7 %. Pada fleksibilitas pergelangan tangan (X3)terhadap kemampuan smash (Y) terdapat kontribusi yang sangat lemah sebesar 8,9 %. Pada Kontribusi power otot tungkai (X1), Kekuatan otot lengan (X2), dan fleksibilitas pergelangan tangan (X3) terhadap kemampuan smash Y secara bersama-sama (simultan) terdapat kontribusi yang kuat sebesar 60,1 %. Sedangkan sisanya 39,9 % dipengaruhi oleh variabel lain. Pada uji signifikansi individu antara power otot tungkai terhadap kemampuan smash terdapat kontribusi yang signifikan karena nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari taraf kesalahan α yaitu 0,0033. Pada kekuatan otot lengan terhadap kemampuan smash juga terdapat kontribusi yang signifikan karena nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari taraf kesalahan α yaitu 0,0033. Pada fleksibilitas pergelangan tangan terhadap kemampuan smash tidak terdapat kontribusi yang signifikan karena nilai signifikansi 0,109 lebih besar dari taraf kesalahan α yaitu 0,0033. Sedangkan pada power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan secara bersama-sama terhadap kemampuan smash terdapat kontribusi yang signifikan karena nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari taraf kesalahan α yaitu 0,01.

Agar ketepatan dalam melakukan gerakan smash mendapatkan hasil yang optimal maka faktor fleksibilitas pergelangan tangan pemain perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius, disamping kekuatan otot lengan, dan power otot tungkai.


Full TEXT