Jurnal Kesehatan Olahraga | Vol 4, No 3, (2016)

Pengaruh Modifikasi Permainan Menendang Bola Terhadap Koordinasi Gerak Manipulatif Anak Tunagrahita Ringan Siswa Smplb-C Alpha Kumara Wardhana II Surabaya

RESSY AGUSTIN,

Abstract

Anak tunagrahita ringan memiliki keterbatasan dalam kemampuan adaptifdan fase perkembangan adolesensi (adolescence) berada pada usia 10 sampai 18 tahun untuk anak perempuan dan 12 sampai 18 tahun untuk anak laki-laki. Dengan demikian masa SMP merupakan titik perubahan fase perkembangan pada anak remaja dimana dalam penampilan keterampilan gerak dasar akan semakin meningkat.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan menendang bola terhadap koordinasi gerak manipulatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan pre testpost test. Sampel penelitian sebanyak 14 sampel dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen ShootingTest dengan menggunakan modifikasi tes menendang pada sasaran/ target dengan gerak koordinasi.

Hasil penelitian diperoleh rata-rata koordinasi gerak manipulatif pada pre test sebesar 8,21shootdan pada post test sebesar 11,43 shoot. Berdasarkan uji normalitas data pre test diperolehX2tabellebih besar dari X2hitung (5,991> 0,958) dan post test (5,991 > 1,193), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata-rata koordinasi gerak manipulatif sebelum dan sesudah diberi modifikasi permainan menendang bola diperoleh thitung3,229,nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 13 adalah 1,771. Karena thitung lebih besar dari ttabel (3,229 > 1,771), maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh modifikasi permainan menendang bola terhadap koordinasi gerak manipulatif.


Full TEXT