PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK MELALUI PENGEMBANGAN LATIHAN FARTLEK PADA SSB ANAK BANGSA SURABAYA USIA 15 – 16 TAHUN

ACH ALFIN HARIYANTO

Abstract


Sepakbola merupakan cabang olahraga yang membutuhkan kondisi fisik yang prima, dalam cabang olahraga sepakbola daya tahan aerobik (VO2max) dan anaerobik sangat menunjang dalam peforma atlet. Daya tahan aerobik (VO2max) adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan oksigen selama kegiatan secara maksimal. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah latihan fartlek terhadap peningkatan daya tahan aerobik (VO2max). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian sebanyak 16 orang.


Hasil penelitian diperoleh rata – rata nilai VO2max pada pre-test sebesar 36,975 dan post-test sebesar 42,368. Berdasarkan uji normalitas data pre-test diperoleh x2tabel lebih besar dari x2hitung (5,991 > 2,1432) dan post-test (5,991 > 2,4222), sehingga data berdistribusi normal. Perhitungan uji perbedaan rata – rata nilai VO2max sebelum dan sesudah diberi latihan fartlek diperoleh thitung 11,014 nilai ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dengan df = 15 adalah 1,753. Karena thitung lebih besar dari ttabel (11,014 > 1,753), maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan nilai VO2max sebelum dan sesudah diberi perlakuan atau latihan fartlek. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pengembangan latihan fartlek dapat meningkatkan daya tahan aerobik (VO2max).


Kata Kunci : Sepakbola, Latihan Fartlek, Daya Tahan Aerobik (VO2max)


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.