ANAISIS GERAK LARI SPRINT 60 METER SECARA BIOMEKANIKA

M SUBHAN ZUHDI

Abstract


M. Subhan Zuhdi, Soetjipto
Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya
Abstrak: Lari cepat (sprint) adalah lari dimana atlet harus menempuh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin. Kecepatan lari 60 meter adalah kemampuan lari untuk menempuh jarak 60 meter dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Sebuah analisis gerak biomekanika dari salah satu cabang olahraga mempunyai peranan yang besar untuk mengetahui peningkatan dan penurunan kecepatan. Banyak pelari (sprinter) meningkat kecepatannya pada saat start, tetapi selanjutnya dipertengahan nilainya konstan atau menurun. Ini artinya bahwa pelari melakukan percepatan pada awal pertandingan, dan terjadi perlambatan menjelang finish. Subjek penelitian ini ada 2 orang, satu orang bukan atlet (Pelari A) dan seorang lagi atlet (Pelari B). Pada hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa pelari A dan pelari B mengalami percepatan, yaitu penambahan kecepatan dan perlambatan (pengurangan kecepatan) pada saat berlari. Penambahan percepatan pelari A dari start sampai 20 meter yaitu dari 0 - 2,18 m/s² dan dari 2,18 - 2,45 m/s². Perlambatan juga dialami pelari A pada jarak 30 sampai 40 meter yaitu dari 2,45 – 0,43 m/s² dan dari 0,43 – (-1,18) m/s². Setelah itu pelari A mengalami penambahan kecepatan yaitu pada jarak 50 sampai 60 meter dari (-1,18) – 0,78 m/s² dan dari 0,78 -1,65 m/s². Pada pelari B juga mengalami penambahan dan perlambatan. Penambahan kecepatan terjadi pada jarak 10 sampai 30 meter, berturut-turut percepatan dari 10 meter 2,52 – 8,19 – 8,54 m/s². Perlambatan dialami pelari B pada jarak 40 meter yaitu dari 8,54 ke -6,09 m/s². Setelah itu pelari B meningkat kecepatanya dari -6,09 ke 2,35 m/s². Menjelang finis penurunan kecepatan terjadi yaitu dari 2,35 ke 1,23 m/s².
Kata kunci: Lari sprint, analisis gerak, biomekanika


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.