HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI FAST FOOD,AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI (SECARA GENETIK) DENGAN GIZI LEBIH (Studi Pada Siswa Kelas VII, VIII, Dan IX Di Mts. Budi Dharma, Wonokromo, Surabaya)

DWI INDAH ARMADANI

Abstract


Abstrak


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan serta seberapa besar sumbangan dari hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih. Jenis penelitian yang digunakan adalah non eksperimen dengan desain penelitian korelasional (correlation research). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX di MTs. Budi Dharma Surabaya tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 110 siswa.


Hasil penelitian memperlihatkan hubungan antara konsumsi fast food dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa dengan menggunakan hasil value sebesar 1,190 dan sig 0,275. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food dengan gizi lebih. Hubungan antara aktivitas fisik dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa dengan menggunakan hasil value sebesar 23.394 dan sig 0,000. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan gizi lebih. Hubungan antara status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa dengan menggunakan hasil value sebesar 0,748 dan sig 0,387. Sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih. Hubungan antara konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih dapat dijabarkan bahwa apabila dilihat dari model mendapatkan nilai chi square 23.146 dengan nilai sig 0,000. Dari nilai sig yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih. Besar sumbangan antara hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) terhadap gizi lebih variabel konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) memberikan sumbangan sebesar 0,269 atau 26,9% terhadap terjadinya gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya.


Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat dilihat dan disimpulkan bahwa Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi remaja (secara genetik) dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) dengan gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya. Namun yang memiliki hubungan yang bermakna hanya terdapat pada variabel aktivitas fisik saja. Besar sumbangan dari hubungan konsumsi fast food, aktivitas fisik, dan status gizi (secara genetik) terhadap gizi lebih pada siswa di MTs. Budi Dharma Surabaya sebesar 26,9%, sedangkan 73,1% dapat dipengaruhi oleh faktor lain.


Kata Kunci : Gizi Lebih, Fast Food, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi (Secara Genetik), MTs. Budi Dharma Surabaya.


Abstract


The purpose of this research is to determine the relation and how much the contribution of fast food consumption, physical activity, and nutritional status (genetically) by adolescents obesity. The type of research used is non-experiment with correlational research design (correlational research). The population research is all students of class VII, VIII, and IX in MTs. Budi Dharma Surabaya academic year 2016/2017 with consisted of 110 students. This study was conducted on April 2017 by using research instruments of chief/open questionnaires and anthropometry measurement (stepping on a scale and high of body).


The result of the study shows that the correlation between consumption fast food to nutrition morelikely to elaborated that with used the results of the value 1,190 and sig 0,275. So that it can beconcluded that means there was no connection meaningful between consumption fast food to more nutrition. The correlation between physical activity to more nutrition are more likely to elaborated that with used the results of the value of 23.394 and sig 0,000. So that it can be concluded that there was a correlation meaningful between physical activity to more nutrition. The correlation between nutritional status (genetically) to more nutrition likely to elaborated that with used the results of the value of 0,748 an sig 0,387. So that it can be concluded that there was no connection meaningful between nutritional status (genetically) to more nutrition. The correlation between consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) to more nutrition likely to elaborated that if seen from model received a value of chi square 23.146 with the sig 0,000. The value of sig obtained a conclusion can be drawn that there was a correlation meaningful between correlation consumption fast food, physical activity, nutritional status (genetically) to more nutrition. The large contributions between correlation consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) contributed of 0,269 or 26,9% against an onset more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya.


Based on result, it can be seen and concluded that there was no correlation meaningful between consumption fast food to more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. There wasn’t no correlation meaningfull between nutritional status of arenas (genetically) to more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. There are meaningful correlation between consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) to morenutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya. But has a meaningful only there are on the variables just physical activity. The large contributions of correlation consumption fast food, physical activity, and nutritional status (genetically) to more nutrition of students in MTs. Budi Dharma Surabaya of 26,9%, while 73,2% can be influenced by the other factors.


Keywords : More Nutrition, Fast Food, Physical Activity, And Nutritional Status (Genetically), MTs. Budi Dharma Surabaya


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.