HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN MOTORIK PADA ANAK DISABILITAS RUNGU DI SDLB 2 SURABAYA

PUTRI KAMILA NUR LAILA

Abstract


Abstrak


Perkembangan kemampuan gerak yang semestinya diajarkan kepada peserta didik berpendengaran terbatas membutuhkan aktivitas sikap tubuh dan keseimbangan. Perkembangan motorik dasar merupakan hal yang sangat penting selama masa anak-anak. Kemampuan motorik anak dapat tumbuh dan berkembang secara baik apabila anak mempunyai pengalaman gerak yang beraneka macam. Anak dapat memperoleh pengalaman gerak yang beraneka macam apabila kebutuhan gizinya terpenuhi. Anak dengan gizi yang baik akan terlihat lincah, aktif dan selalu bersemangat dalam mengikuti berbagai aktivitas sehingga mempengaruhi perkembangan motorik anak. Begitu pula jika status gizi pada anak buruk dapat mengakibatkan perkembangan motorik yang tidak optimal. Sekolah Dasar Luar Biasa yang digunakan peneliti ini yaitu sekolah khusus untuk anak yang gangguan pada telinga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kemampuan motorik pada anak disabilitas rungu di SDLB Karya Mulia 2 Surabaya.Jenis pada penelitian ini yaitu non eksperimen dengan desain penelitian korelasional yang menghubungkan satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 37 siswa dari seluruh kelas I sampai siswa kelas VI. Uji statistik yang digunakan adalah analisis korelasi gamma, koefisien determinasi dan dibantu dengan software SPSS.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan motorik pada anak disabilitas rungu di SDLB Karya Mulia 2 Surabaya sebesar 0,002. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kemampuan motorik sebesar 0,877 dengan arah yang negatif, diperoleh informasi bahwa variabel status gizi mampu menerangkan variasi pada variabel kemampuan motorik sebesar 77%


Kata Kunci: Sekolah Dasar Luar Biasa, status gizi, kemampuan motorik.


Abstract


The development of motion capabilities that must be taught to learners with limited hearing requires both body attitude and balance activity. Basic motor development is very important during childhood. Motor ability of children can grow and develop well if child have experience of motion of various kind. The child can gain a variety of motion experiences when his nutritional needs are met. Children with good nutrition will look agile, active and always eager in following various activities that affect the development of motor child. Similarly, if the nutritional status in children is bad can lead to motor development that is not optimally. Primary School Extraordinary used this researcher is a special school for children with ear disorders. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status with motor skills in children with disabilities in SDLB Karya Mulia 2 Surabaya. Type in this research is non experiment with correlational research design that connect one independent variable and one dependent variable. The opulation in this study amounted to 37 students from all classes I to grade I until grade VI students. The data were collected by anthropometric measurement and Carpenter Motor Ability test. Statistical test used is gamma correlation analysis, coefficient of determination and assisted with SPSS software. The results of this study indicate that there is a significant relationship between nutritional status with motor ability in children with disability in SDLB Karya Mulia 2 Surabaya 0,002. Based on the results of hypothesis testing it can be concluded that there is a significant relationship between nutritional status with motor ability of 0.877 with a negative direction, obtained information that nutritional status variables are able to explain variations in motor ability variable of 77%.


Keywords:nutritional status, motor  ability, hearing impired student


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.