UPAYA PERGERAKAN MAHASISWA ISLAM INDONESIA (PMII) KOMISARIAT UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DALAM MENUMBUHKAN NASIONALISME

Husnul Wafa

Abstract


Abstrak


Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menumbuhkan nasionalisme mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Teori yang digunakan adalah teori struktur fungsional oleh Talcoot Parsons yang terbagi menjadi empat sistem yang di sebut AGIL, terdiri dari Adaptation (A), Goal Attaiment (G), Integration (I), dan latency (L). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian ini adalah lima pengurus organisasi PMII komisariat Unesa. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Hubesman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa PMII komisariat Unesa melakukan Upaya dalam menumbuhkan nasionalisme melalui program kerja. Pertama, program kerja pengkaderan formal terdapat materi ke-Indonesiaan dalam Masa penerimaan anggota baru (Mapaba) dan materi analisis sosial Indonesia dalam Pelatihan kader dasar (PKD). Kedua, program kerja Informal terdiri dari program kerja diskusi dan aksi refleksi dalam memperingati hari nasional. Teori struktur fungsional Parsons berkaitan dengan bagaimana sebuah sistem mampu bertahan di tengah lingkungan, PMII komisariat Unesa sudah melakukan adaptasi, pencapaian tujuan, integrasi dan pemeliharaan pola-pola yang sudah ada dalam upaya menumbuhkan nasionalisme melalui program kerja yang terencana dan terstrukur.


Kata Kunci: Nasionalisme, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.