MOTIF SANTRI DALAM MELAKUKAN PELANGGARAN DI PONDOK PESANTREN MODERN DARUL ULUM PETERONGAN JOMBANG

Mochammad Baihaqi

Abstract


Abstrak


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif santri yang melakukan pelanggaran di pondok pesantren Darul Ulum. Dalam penelitian ini menggunakan teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan delapan yaitu, terdiri dari tujuh santri dan ketua keamanan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam yang dilakukan secara tidak terstruktur. Teknik analisis data dimulai dengan melakukan reduksi data, selanjutnya penyajian data lalu ditarik  kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan data yang didapat dari masing-masing informan. Hasil temuan ini terdapat beberapa pelanggaran yang dilakukan santri dengan alasan tidak bisa menghilangkan kebiasaan merokok, tidak bisa mengendalikan rasa malas, kebutuhan berinteraksi dengan lawan jenis, pengawas pondok pesantren kurang memahami keinginan santri, dan belum memiliki kesadaran dalam berketuhanan. Dalam hal ini ketiga jenis motif terdapat masing-masing pelanggaran yang sudah disesuaikan dan dikaitkan dengan teori motif yang terdiri dari Because Motive (motif sebab) dan In Order to Motive (motif tujuan). Dalam hal ini motif sebab santri melakukan pelanggaran karena peraturan yang ada di pondok pesantren Darul Ulum terlalu ketat, sedangkan motif tujuan santri melakukan pelanggaran yaitu karena ingin merasakan kebebasan atau menghilangkan rasa jenuh yang dialami santri di pondok pesantren Darul Ulum.


Kata Kunci : Motif, pelanggaran, pondok pesantren


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.