KONSEPSI MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA MENURUT PENGGIAT KOMUNITAS BANGBANG WETAN SURABAYA

SAID

Abstract


Abstrak


Tujuan dari Penelitian ini adalah menganalisis makna Bhinneka Tunggal Ika menurut para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya. Serta menganalisis nilai multikultural yang terkandung dalam konsep Bhinneka Tunggal Ika menurut para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika menurut para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya lalu merefleksikannya dengan konsep multikulturalisme sesuai teori dari HAR Tilar dan Bhiku Parekh. Bahwa perbedaan sudah menjadi kodrat, perbedaan tidak perlu disadari sebagai perbedaan sehingga tercapai suatu harmonisasi dalam kesatuan dan persatuan. Para penggiat komunitas Bangbang Wetan Surabaya menganalogikan layaknya gado-gado, gado-gado enak jika dimakan karena jenisnya yang berbeda itu. Kacang tetap menjadi kacang, cabai tetap menjadi cabai, dan lontong tetap menjadi lontong. Pada satu wadah dengan jenis dan muatan yang berbeda itu bisa menghasilkan suatu makanan yang enak. Maka didalam tatanan negara Indonesia, agar tercipta harmonisasi keindahan Jawa harus tetap Jawa, Sunda tetap menjadi Sunda, Bugis tetap menjadi Bugis tanpa merasa suku, ras, atau kelompaknya lebih baik dari yang lain.


Kata Kunci: Makna Bhinneka Tunggal Ika, Multikulturalisme, Maiyah Bangbang Wetan Surabaya


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.