PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PADA BAKUL PECEL SEMANGGI DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN USAHA DI KELURAHAN SEMEMI KECAMATAN BENOWO SURABAYA

NOVISAL BAHAR

Abstract


Abstrak


Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan dilatarbelakangi dengan stereotip masyarakat terhadap makanan pecel semanggi dalam hal tampilan dan penyajiannya yang kurang menarik, jorok, dan tidak sehat sehingga masyarakat enggan mengkonsumsi makanan tersebut. Kurangnya pemahaman, keterampilan, dan sikap bakul pecel semanggi dalam menjalankan usaha secara professional akan mempengaruhi eksistensi atau kebertahanan pecel semanggi di mata masyarakat. Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan harus dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terencana, dan terorganisir untuk mencapai hasil pelatihan yang maksimal dalam meningkatkan kemandirian usaha bakul pecel semanggi.


Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tentang penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian usaha pada bakul pecel semanggi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data, sedangkan kriteria keabsahan data meliputi kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan bakul pecel semanggi diselenggarakan dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik, sehingga seluruh bakul pecel semanggi mampu menerapkan lima standar penjualan yang ditetapkan oleh penyelenggara pelatihan berdampak langsung meningkatnya kemandirian usaha bakul pecel semanggi yang dapat dibuktikan dengan kepercayaan diri meningkat, mampu menjalankan usaha tanpa bantuan orang lain, mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mempunyai inisiatif ke masa depan.


Kata Kunci: Pelatihan Kewirausahaan, dan Kemandirian Usaha


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.