PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MUSIK ANGKLUNG DENGAN METODE ISYARAT DI SMA NEGERI 3 MAGETAN

MADHA EKA SISWARDANNY, WARIH HANDAYANINGRUM

Abstract


SMA Negeri 3 Kabupaten Magetan menerapkan pembelajaran ekstrakurikuler musik Angklung untuk siswa-siswi dengan menggunakan media Angklung. Pembelajaran ekstrakurikuler musik Angklung memerlukan kerja sama dengan pemusik lain yang dapat mengembangkan kreativitas siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang: 1) Proses pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung, 2) Hasil pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung, 3) Kendala pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Objek penelitian yakni pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung dengan metode isyarat di SMA Negeri 3 Magetan. Subjek penelitian yakni siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan yang mengikuti ekstrakurikuler musik angklung. Lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Magetan, Jalan Raya Sarangan No.45 Kabupaten Magetan. Sumber data primer diperoleh dari Sri Peni Lestari selaku pelatih ekstrakurikuler musik angklung dan Atik Fatihati selaku Kepala Sekolah. Data sekunder diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mendapatkan keabsahan data, menggunakan triangulasi data yang diperoleh dari wawancara, observasi pada saat proses pembelajaran berlangsung serta dokumen-dokumen seperti buku catatan siswa, foto-foto pendukung kegiatan ekstrakurikuler musik angklung. Triangulasi sumber yang diperoleh dari Sri Peni Lestari selaku pelatih, siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler musik Angklung, Atik Fatihati selaku Kepala Sekolah. Triangulasi waktu yang diperoleh selama penelitian berlangsung untuk melihat konsistensi jawaban yang telah diberikan oleh narasumber.Hasil penelitian tentang proses pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Magetan yaitu dengan materi pengenalan alat musik angklung, pembelajaran lagu secara individu maupun kelompok dengan menggunakan metode isyarat, ceramah, demonstrasi dan latihan. Hasil pembelajaran dari ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif yang menunjukkan penggunaan metode isyarat lebih mendominasi daripada aspek lainnya yang berarti bahwa metode isyarat layak digunakan untuk pembelajaran ekstrakurikuler musik angklung khususnya dalam hal memainkan akord dan melodi bagi pemula. Kendala dalam proses pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Kendala internal yaitu rendahnya musikalitas siswa SMA Negeri 3 Magetan. Kendala eksternal yakni: 1) angklung bass tidak terpakai, terdapat sebagian Angklung Melodi dan Angklung Akord yang tidak layak pakai; 2) waktu pembelajaran yang tidak tepat dan kurangnya disiplin waktu pembelajaran.
Kata Kunci: Pembelajaran ekstrakurikuler, musik angklung, metode isyarat

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.