PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATA PELAJARAN DASAR DAN PENGUKURAN LISTRIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X TIPTL SMK NEGERI 7 SURABAYA

Ahmad Annajmi Tsany, Subuh Isnur Haryudo

Abstract


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah modul yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Negeri 7 Surabaya. Apakah hasil belajar siswa yang menggunakan modul berbeda secara signifikan daripada hasil belajar siswa yang tidak menggunakan modul, serta untuk mengetahui respon dan hasil belajar siswa di SMK Negeri 7 Surabaya.Jenis penelitian yang digunakan adalah pengembangan dengan metode “Research and Development(R&D)”, Penelitian ini dilaksanakan di kelas X TIPTL 1 sebagai kelas sampel. Dalam penelitian ini terdapat 7 (tujuh) tahapan yaitu: (1) tahap analisis masalah, (2) tahap pengumpulan data, (3) tahap desain produk, (4) tahap validasi desain, (5) tahap revisi desain, (6) tahap uji produk dan (7) tahap analisa dan pelaporan.Hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang terdiri dari RPP sebesar 78,96%, Modul sebesar 79,94%, Butir Soal sebesar 82,33% dan Angket respon siswa sebesar 87,5%, dikategorikan sangat valid dan respon siswa terhadap pengembangan modul pembelajaran berbasis masalah dinyatakan sangat baik. Rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas sampel ranah kognitif pretest sebesar 63,89, kognitif posttest sebesar 84,45, afektif sebesar 82 dan psikomotor sebesar 85,75. Sedangkan perhitungan menggunakan uji t didapat nilai tHitung pada hasil belajar siswa ranah kognitif pretest posttest yakni  -16,591 dan tTabel pada pada derajat kebebasan 30 adalah -2,042. Maka nilai tHitung < tTabel. Sehingga, prioritas H0 ditolak dan H1 diterima. Untuk pengujian berdasarkan nilai signifikansi, hasil dari keseluruhan uji T pada hasil belajar siswa ranah kognitif pretest postest hasil nilai signifikansinya yakni 0,000. Sedangkan nilai signifikansi yang telah ditentukan sebesar 0,05. Karena hasil nilai signifikansi dari uji T lebih kecil dari nilai signifikansi yang telah ditentukan sebesar 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan pembelajaran yang menggunakan modul pembelajaran berbasis masalah dan tidak mengunakan modul pembelajaran berbasis masalah. Harapan yang dapat peneliti sampaikan hendaknya modul yang dikembangkan dapat digunakan dalam proses belajar mengajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa sehingga pembelajaran dapat lebih berkualitas.

Kata kunci : Modul Pembelajaran, Research and Development (R&D), Hasil Belajar.

Abstract

This research aims to produce a decent module used to improve student’s achievement in SMK Negeri 7 Surabaya. Researcher trying to find out if using this module would make any significant difference to student’s achievement between those who used this moduleand those who don’t use it. Also, researcher trying to find out the response and student’s learning outcomes in SMK Negeri 7 Surabaya. This research used "Research and Development (R & D)" method, research was carried out in class X TIPTL 1 as a class sample. In this study there are 7 (seven) stages, namely: (1) the analysis phase of the problem, (2) the stage of data collection, (3) the stage of product design, (4) the stage of design validation, (5) the stage of design revisions, (6) stage product testing and (7) the stage of analysis and reporting. The tests showed that the research instrument consisting of a lesson plan by 78.96%, amounting to 79.94% Module, Item Problem by 82.33% and students 'questionnaire responses by 87.5%, considered very valid and students' response to the development of problem-based learning module is expressed very well with the results. The average value of the sample class student learning outcomes cognitive pretest at 63.89, cognitive posttest at 84.45, affective at 82 and psychomotor at 85.75. The control class using t-test calculations obtained tCount on student learning outcomes of cognitive pretest posttest sequentially ie -16.591 and ttable at the 30 degrees of freedom is -2.042. Then the value tCount< ttable. Thus, priority H0 is rejected and H1 is accepted. To test based on the value of significance, the results of the overall T test on student learning outcomes of cognitive pretest posttest the results of significance value of 0.000, While the significance of a predetermined value of 0.05. Due to the significance of the results of the test T is smaller than a predetermined significance value of 0.05, then H0 is accepted and H1 is rejected, so it can be concluded that there are significant differences between the learning application that uses problem based learning modules and learning that does not use the module problem based learning. Hopefully, the module should be used in teaching and learning to improve student learning outcomes so that learning can be more qualified.

Keywords : Learning Module, Research and Development (R & D), Learning Outcomes.


Full Text: Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Teknik Elektro