ANALISIS KUALITAS PRODUK PENGECORAN LOGAM DI PT. APIE INDO KARUNIA DENGAN METODE SIX SIGMA

OON Hidayatur KURNIAWAN, OON KURNIAWAN

Abstract


Abstrak


Kualitas merupakan faktor dasar keputusan konsumen untuk memilih produk dan jasa. Peningkatan kualitas pada industri manufaktur mempunyai hubungan positif dengan produktivitas dikarenakan industri tersebut berhasil menurunkan sampai menghilangkan pemborosan dalam suatu proses, pemborosan dalam hal ini adalah cacat atau defect. Six Sigma adalah konsep statistik yang mengukur suatu proses yang berkaitan dengan cacat atau defect. Dalam Six Sigma terdapat metodologi DMAIC yang mempresentasikan lima tahap yaitu: Define (mendefinisi), Measure (mengukur), Analyze (menganalisa), Improve (memperbaiki) dan Control (mengendalikan).Penelitian melalui metodologi DMAIC ini dilakukan di PT. Apie Indo Karunia,untuk mengaanalisis cacat digunakan metode six sigma dimana produk yang diteliti adalah roda lori yang banyak di produksi pada perusahaan tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui level sigma tingkat cacat atau defect produk Roda lori dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab cacat pada produk dan langkah-langkah perbaikan yang harus  dilakukan di PT. Apie Indo Karunia.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi: tingkat defect (cacat), DPMO (Defect Per Million Opportunities), level sigma dan cacat (defect) coran dalam kriteria CTQ (Customer To Quality) dan proses pembentukannya. Dalam penelitian ini dipilih lima karakteristik kualitas CTQ (Critical To Quality) yaitu penyimpangan dimensi, gas hole, cacat retakan, cacat akibat perlakuan mesin dan poros tidak center.Hasil yang diperoleh dari penelitian: kapabilitas proses selama tahun 2014 sebesar 3,4 Sigma. penyebabnya antara lain: mesin yang sudah tua dan pahat kurang sesuai, penyebab operator yang kurang teliti dan penguatan pada pin kurang, lapisan coating yang masih lembab, kurang cairan dengan penyebab kurang akuratnya proses pouring, penyebab operator yang lalai dan kurang teliti akan batas toleransi. Perbaikan yang harus dilakukan antara lain: melakukan uji kesentrisan dengan alat khusus untuk menghindari kemiringan, menyediakan penguat pin yang kekuatanya sesuai dengan massa logam cair, menempatkan karyawan yang berpengalaman untuk mengawasi proses Pouring, lebih teliti pada batas toleransi serta sesering mungkin melakukan kalibrasi alat ukur, lebih memperhatikan jenis pasir yang digunakan beserta kualitasnya.


Kata kunci: Analisis Kualitas, Six Sigma


Full Text: Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Teknik Elektro