PERBEDAAN HASIL BELAJAR MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN KOOPERTIF STAD PADA MATA PELAJARAN DASAR PENGUKURAN LISTRIK

GALUH BIMATARA

Abstract


Abstrak


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa yang rendah setelah menempuh proses belajar dikelas dengan metode pembelajaran langsung. Hal ini dikarenakan dalam metode pembelajaran tersebut siswa memiliki peran yang cenderung pasif. Sehingga tidak sedikit dari siswa tersebut yang berbincang dengan teman kelas, bahkan tidur saat pelajaran berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran langsung berbantu software multisim dengan model pembelajaran kooperatif Students Teams Achievement Divisions (STAD) berbantu software multisim pada mata pelajaran Dasar Pengukuran Listrik Kelas X Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU) SMKN 3 Buduran Sidoarjo.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Sedangkan desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu/quasi experimental design, dengan sub desain nonequivalent control group design. Subyek penelitian ini adalah kelas X1 TPTU sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD berbantu software multisim. Kelas X2 TPTU dengan model pembelajaran langsung berbantu software multisim sebagai kelas kontrol. Sumber data yang digunakan adalah soal pretest-postest yang merupakan hasil belajar ranah kognitif dan dianalisis menggunakan statistik parametrik berdasarkan uji t pada software SPSS.


Hasil analisis statistik menggunakan independent sample t test pada software SPSS diperoleh kriteria -thitung (-2,541) < -ttabel (-1.995), yang berarti bahwa H0 ditolak berdasarkan uji pihak kiri. Sehingga diperoleh kesimpulan terdapat perbedaan yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran langsung berbantu software multisim lebih jelek daripada hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif STAD berbantu software multisim.


Kata kunci: Perbedaan, Model Pembelajaran, Hasil Belajar.


Abstract


This study was motivated by the condition that students’ learning result is low after completing learning and teaching activity at class using conventional lecturing method. This is because in such method students tend to be passive. Hence, many of students are talking by themselves or even sleeping during the lecture. The study aims to discover the difference on the students’ learning result using direct learning model with Multisim Software and cooperative learning model STAD type with Multisim Software on the Electrical Measurement Subject Grade X of Air and Cooling Engineering (TPTU) class Vocational State High School 3 Buduran Sidoarjo.


The method of the study used quantitative approach with experimental research. Accordingly, the research is designed by using quasi experimental design, with the sub design within is nonequivalent control group design. TPTU class X1 was used as experimental class using cooperative learning model STAD type with Multisim Software while direct learning model with Multisim Software was conducted on TPTU class X2 as the control class. In addition, pretest-postest exercises was used as the source of the data as the cognitive learning result then those pretest-postest results are analysed using t-test parametric statistic on SPSS Software.


The result of statistical analysis using independent sample t test on SPSS software obtained criterion –tcount (-2,541) <-ttable (-1.995), which means that H0 is rejected based on left-side test. So that obtained the conclusion there are differences who indicate that student learning outcomes using direct learning model assisted multisim software is worse than student learning outcomes using cooperative learning model STAD assisted multisim software.


Keywords: Difference, Learning Model, Students’ learning result.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Pendidikan Teknik Elektro