MODEL EVALUASI PENGAJARAN OLEH GURU PENJASORKES

SANDRINA TUNGGAL D.

Abstract


Konsepsi pengajaran berorientasi pada pencapaian tujuan. Dalam hal ini, evaluasi berperan penting untuk mengetahui ketercapaian tujuan pengajaran. Salah satu cara untuk mengevaluasi pengajaran secara keseluruhan yaitu dengan melakukan penilaian sumatif. Guru dapat menggunakan penilaian sumatif untuk mengetahui hasil belajar siswa selama satu semester. Selain itu, penilaian sumatif dapat dijadikan tolak ukur untuk merancang pengajaran seperti apa yang sesuai dengan karakterisktik siswa sehingga mampu mencapai tujuan.


Keberhasilan penilaian sumatif yang diterapkan guru dapat ditinjau dari karakteristik penilaian sumatif, antara lain: penilaian bersifat terminal/final, penilaian berada di akhir program pembelajaran, menilai prestasi siswa, memberikan keterangan sejauh mana capaian setiap siswa dalam satu semester, menunjukkan pelajaran apa saja yang telah dikuasi selama masa belajar, bersifat formal seperti mengakhiri suatu tahapan ujian.


Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana model evaluasi pengajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes) yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Tugu Trenggalek selama satu semester. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-A tahun ajaran 2016/2017. Data penelitian diperoleh dengan melakukan observasi dan wawancara kepada kepala sekolah, guru, perawakilan siswa, dan orang tua/wali siswa.


Hasil penelitian ini yaitu model evaluasi pengajaran yang dilakukan oleh guru SMP Negeri 1 Tugu tidak memenuhi tujuan evaluasi karena hasil dari model evaluasi yang telah diterapkan tidak dapat menunjukkan apakah tujuan pengajaran Penjasorkes tercapai atau tidak. Artinya perlu adanya perbaikan pada model evaluasi yang telah diterapkan.


Kata kunci:Model Evaluasi, Penjasorkes, Penilaian Sumatif


Full Text: DOC

Refbacks

  • There are currently no refbacks.