PENYELENGGARAAN KEPELATIHAN SEPAKBOLA DI PPLP PROVINSI JAWA TENGAH

MUHAMMAD ISNAN ALKAYYIS

Abstract


Terdapat teori yang menerangkan bahwa atlet usia 15 tahun – 18 tahun merupakan atlet tahap usia pemantapan atau tahap usia pematangan. Dan untuk mengantarkan para atlet guna mencapai puncak performa maka harus dilakukan proses pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan. Salah satu contoh tempat pembinaan usia remaja di Indonesia adalah PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar). Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyelengaraan kepelatihan sepakbola yang ada di PPLP Provinsi Jawa Tengah, terutama pada bidang perekrutan atlet dan pelatih dan juga bidang manajemen latihan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dimana memadukan antara pendekatan kuantitatif dengan pendekatan kualitatif dengan strategi sequential transformative design dimana antara pendekatan kualitatif dengan pendekatan kuantitatif memiliki kedudukan yang sama. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pemberian edaran tertulis juga dokumentasi termasuk dokumen data evaluasi fisik yang ada. Analisis data yang digunakan untuk data kualitatif adalah analisis interaktif yang berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan, dan untuk analisis data kuantitatifnya digunakan rerata, untuk mengetahui tingkat rerata fisik atlet di PPLP Sepakbola Jawa Tengah. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa, penyelenggaraan kepelatihan di PPLP Provinsi Jawa Tengah ini, diserahkan pada pihak Balai Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar dan dibawah naungan Disporapar Provinsi Jawa Tengah. Proses perekrutan atlet dan pealtih dilakukan apabila ada kekosongan kuota, untuk atlet ada 23 sedangkan pelatih ada 1 headcoach dan 3 asisten pelatih. Kekosongan ini bisa karena atlet telah lulus sekolah atau terkena degradasi, unutk pelatih bisa terkena degradasi atau mengundurkan diri. Tingkat rerata VO2Max atlet PPLP Sepakbola Jawa Tengah berapa pada kategori sangat baik yaitu dengan VO2Max sebesar 54,88 ml/kg/min. Tempat latihan berada di Stadion Jatidiri dan lapangan PDAM Sampangan dan dilaksanakan seminggu 11%2. Jadi, dari keseluruhan data yang diperoleh penyelengaraan kepelatihan di PPLP Sepakbola Jawa Tengah menjadi tanggung jawa Balai PPLOP Provinsi Jawa Tengah termasuk untuk aspek perekrutan maupun latihan dan sarana prasarana.

Kata kunci: Pembinaan, Perekrutan, Manajemen





Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.