HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN, KEKUATAN OTOT PERUT DAN ANTISIPASI REAKSI TERHADAP KETEPATAN SHOOTING BOLA TANGAN ( Studi Pada Pemain Putra UKM Bola Tangan Unesa)

MOHAMMAD NUR HIDAYAT, GIGIH SIANTORO

Abstract


Abstrak

Bola tangan baru masuk di indonesia ada Pengurus Besar-nya pada tahun 2013 dan di Jawa Timur ada Pengurus Provinsi-nya pada Tahun 2016. Cabang olahraga ini adalah oalahraga prestasi yang tentunya harus mempunyai fisik yang bagus, teknik yang mumpuni serta mental yang kuat dimana olahraga ini kontak badan penuh antar pemain. Dalam hal ini untuk mencetak gol dengan memasukkan bola ke gawang dengan lemparan yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data : seberapa besar hubungan kekuatan otot tungkai , kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut dan antisipasi reaksi terhadap ketepatan shooting , baik secara individual maupun secara bersama-sama. Sampel dari penelitian ini adalah pemain putra UKM bola tangan Universitas Negeri Surabaya yang jumlah-nya 15 orang. Metode yang digunakan adalah metode statistik deskriptif, kuantitatif, serta proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes vertical jump, push up, sit up, anticipation reaction test dan shooting.

Hasil penelitian ini menjelaskan hasil anova yaitu nilai Fhitung = 2.871 < Ftabel=3.48. Dari hasil diatas bisa disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan anta variabel kekuatan otot tungkai (X1), kekuatan otot lengan(X2), kekuatan otot perut (X3) dan antisipasi reaksi(X4) secara bersamaan terhadap ketepatan shooting bola tangan (Y). Hasil penelitian secara individu bahwa kekuatan otot lengan (X2) mempunyai hubungan terbesar terhadap variabel ketepatan shooting bola tangan. Lalu diikuti variabel antisipasi reaksi (X4), kekuatan otot perut (X3), dan kekuatan otot tungkai (X1). Khusus untuk variabel kekuatan otot perut (X3), dan kekuatan otot tungkai (X1) ditingkatkan lagi latihan agar bisa lebih untuk meningkatkan ketepatan shooting.

Kesimpuan dari hasil penelitian ini; 1) Variabel kekuatan otot tungkai (X1) memberikan hubungan sebesar 12,60%. 2) Variabel kekuatan otot lengan (X2) memberikan hubungan sebesar 41,47%. 3) Variabel kekuatan otot perut (X3) memberikan hubungan sebesar 14,44%. 4) Variabel antisipasi reaksi (X4) memberikan hubungan sebesar 23,61%. 5) Secara individu bahwa kekuatan otot lengan (X2) mempunyai hubungan terbesar terhadap variabel ketepatan shooting bola tangan (Y) sedangkan secara bersama-sama seluruh variabel mendapatkan hubungan sebesar 53,43% terhadap ketepatan shooting bola tangan (Y) sehingga secara keseluruhan dapat diterima di ke dalam populasi.

Kata-kunci : kekuatan otot tungkai, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, antisipasi reaksi, shooting , bola tangan.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.