ANALISIS KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI PADA FINAL LIVOLI 2016 DAN 2017

AHMAD SAYFUDIN ALI, MUHAMMAD

Abstract


ABSTRAK

Dalam permainan bolavoli salah satu item yang wajib dimiliki oleh seorang pemain adalah keterampilan yaitu teknik lanjutan dari teknik dasar bolavoli yang harus dimiliki oleh semua pemain agar bisa melakukan serangan untuk mendapatkan sebuah poin dari pihak lawan. Dari beberapa tim nasional saya melakukan analisis terhadap keterampilan bermain tim Bhayangkara Samator dan TNI AU, yang merupakan salah satu tim unggulan yang ada di Indonesia. Keterampilan bermain sangatlah penting untuk kepentingan setiap tim, dikarenakan keterampilan bisa menjadikan sebuah keistimewaan seorang pemain saat melakukan serangan maupun pertahanan.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan bermain Bhayangkara Samator dan TNI AU di karenkan terjadi perbedaan kemenangan ditahun yang berbeda yaitu di tahu 2016 dan 2017 pada final livoli. Adakah penurunan dari segi teknik atau fisik yang siknifikan dari setiap timnya yang mempengaruhi hasil pertandingan disetiap tahunnya. Maka dari itu dilakukannya analisis vidio hasil kejuaraan tim Bhayangkara Samator dan TNI AU pada Livoli pada tahun 2016 dan 2017.

Kesimpulan : (1.) Keberhasilan yang paling sering terjadi di antara dua tim tersebut adalah attack dan toss ditahun 2016 TNI AU berhasil mendapatkan 95 kali dengan presentase 88.7% dan Bhayangkara Samator mendapatakan keberhasilan toss sebanyak 114 kali dengan presentase 97.4%. Sedangkan ditahun 2017 keberhasilan yang sering dilakukan oleh Bhayangkara Samator adalah toss dengan 88 kali keberhasilan. (2.) Kegagalan yang sering terjadi antara kedua tim tersebut adalah block ditahun 2016 TNI AU mendapat kegagalan 33 kali dengan presentase 43.4% sedangkan Bhayangkara Samator mendapat kegagalan 44 kali dengan presentase 60.2%. Ditahun 2017 TNI AU mendapat kegagalan 39 kali dengan presentase 65% sedangkan Bhayangkara Samator mendapat kegagalan 31 kali dengan presentase 48.4%. (3.)Keberhasilan dan Kegagalan yang terjadi antara dua tim pada tahun 2016 sering di lakukan oleh tim dari Bhayangkara Samator sebanyak 114 kali dengan presentase 97.4% (toss), sedangkan di tahun 2017 keberhasilan sering dilakukan dari tim TNI AU sebanyak 79 kali dengan presentase 100% (toss). Kegagalan yang terjadi di tahun 2016 di lakukan dari tim Bhayangkara Samator sebanyak 44 kali dengan presentase 60.2%, dan di tahun 2017 kegagalan dilakukan dari tim TNI AU sebanyak 39 kali dengan presentase 65% yaitu block.

Kata Kunci: Analisis, Keterampilan, Final, Livoli

ABSTRACT

In volley ball games, one of items obligated to master by the players is skill which is advanced technique from basic technique of volley ball that must be qualified by all players in order to executing attack to get point from the opponents. From some national teams, I carried out analysis towards game skill of Bhayangkara Semator team and Indonesian Air Force (TNI AU) which are considered two of superior team in Indonesia. Game skill is extremely crucial for the importance of every team because skill can be considered as player’s speciality when executing either attack or defense.

The purpose of this research is to find out Bhayangkara Samator’s and Indonesian Air force game skills because there was different victory record at final volley game in 2016 and 2017. Whether there is significant descent in either technique or skill which influences game’s result in every year. Therefore, video analysis of Bhayangkara Samator and Indonesian Air Force championship result in 2016 and 2017 was carried out.

Conclusion: (1). Success which happened mostly between these two teams were attack and toss. In 2016, Indonesian Air Force succeeded to deal it 95 times with precentege of 88.7% and Bhayangkara Saamator succeeded to deal it 114 times with precentage of 97.4%. While, in 2017, Bhayangkara Samator succeeded to deal it 88 times. (2). Failure which happened mostly between these two teams was block. In 2016, Indonesian Air Force failed 33 times with precentage of 43.4% while Bhayangkara Samator failed 44 times with precentage of 60.2%. In 2017, Indonesian Air Force failed 39 times with precentage of 65% while Bhayangkara Samator failed 31 times with precentage of 48.4%. (3). Success and failure happened mostly between these two teams. In 2016, Bhayangkara Samator succeded mostly as many as 114 times with precentage of 97.4% (toss) while in 2017, Indonesian Air Force succeeded mostly as many as 79 times withh precentage of 100% (toss). Moreover, in 2016, Bhayangkara Samator failed mostly as many as 44 times precentage of 60.2% while in 2017, Indonesian Air Force failed mostly as many as 39 times with precentage of 65% which is block.

Keywords: Analysis, Skill, Final, Livoli.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.