PERBANDINGAN VO2Max SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKSTRAKULIKULER FUTSAL DI DAERAH DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI (Antara Siswa SMAN 16 Surabaya Dan SMAN 1 Jogorogo-Ngawi)

TEGUH SHOLIKIN, OCE WIRIAWAN

Abstract


ABSTRAK

PERBANDINGAN TINGKAT VO2Max SISWA PUTRA YANG MENGIKUTI EKTRAKULIKULER DI DAERAH DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI (Antara siswa SMAN 16 Surabaya dan SMAN 1 Jogorogo)

Nama : Teguh Sholikin

NIM : 15060474040

Progam Studi : S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Fakultas : Fakultas Ilmu Olahraga

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Pembimbing : Dr. Oce Wiriawan, M.Kes.

VO2Max merupakan kemampuan jantung dan paru-paru untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuh dalam jangka waktu yang lama, maka VO2Max sangat penting dimiliki oleh setiap orang tidak tanpa terkecuali atlet olahraga. Menurut teori yang disampaikan, VO2Max bisa juga disebut dengan konsumsi maksimal oksigen atau pengambilan oksigen maksimal atau kapasitas aerobik yang dimaksud kapasitas maksimal adalah kapasitas maksimal dari tubuh untuk mendapatkan dan menggunakan oksigen selama latihan yang meningkat, sehingga menunjukkan kebugaran fisik seseorang. Dataran rendah adalah hamparan luas tanah dengan tingkat ketinggian yang diukur dari permukaan laut adalah sampai dengan 200 mdpl. Istilah ini diterapkan pada kawasan manapun dengan hamparan yang luas dan relatif datar tekanan udaranya rendah sehingga oksigen di daerah itu banyak. Dataran tinggi adalah dataran yang terletak pada ketinggian di atas 700 mdpl. Dataran luas yang letaknya di daerah tinggi atau pegunungan disebut dataran tinggi tekanan udaranya tinggi sehingga oksigen hanya sedikit. Daerah dataran tinggi yang mayoritas adalah wilayah perkebunan dan perhutanan sehingga suhu udara di daerah tersebut cenderung sejuk dan mayoritas penduduknya bekerja sebagai seorang petani.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat VO2Max siswa ditinjau dari daerah dataran rendah dan dataran tinggi, Yaitu Perbandingan Tingkat VO2Max Siswa Yang mengikuti ektrakulikuler Futsal di Daerah Dataran Rendah dan Dataran Tinggi (Antara Siswa SMAN 16 Surabaya dan SMAN 1 Jogorogo).

Jenis penelitian yang digunakan adalah comparative research dengan pendekatan kuantitatif, termasuk dalam kategori penelitian Non-Eksperimen. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas X dan XI yang mengikuti ektrakulikuler futsal terdiri dari 2 sekolah yaitu SMAN 16 Surabaya yang berada di daerah dataran rendah yang terdiri dari 15 siswa dan SMAN 1 Jogorogo yang berada di daerah dataran tinggi yang terdiri dari 15 siswa. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan tes MFT (Multistage Fitness Test).

Hasil penelitian ini diperoleh adanya perbedaan yang signifikan dengan hasil Uji T menunjukkan bahwa nilai VO2Max adalah 3.082 (t hitung) > 2.786 (t table) dan nilai signifikan (0.106) > α (0.05) sehingga Ha diterima, yang artinya terdapat perbedaan yang signifkan antara tingkat VO2Max siswa yang mengikuti ekstrakulikuler futsal antara daerah dataran rendah dengan daerah dataran tinggi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat VO2Max yang signifikan antara siswa SMA Negeri 16 Surabaya dan SMA Negeri 1 Jogorogo, dimana dari hasil penelitian tingkat VO2Max siswa SMA Negeri 1 Jogorogo lebih baik dari siswa SMA Negeri 16 Surabaya.

Kata kunci: VO2Max, Ekstrakulikuler Futsal, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.