KAPITAL DAN DISTOPIA SOSIAL DALAM NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI (Kajian Sosiologi Sastra Bourdieuan)

CLARA APRILLIA

Abstract


Manusia sebagai makhluk paling sempurna diantara seluruh ciptaan Sang Khalik lainnya memiliki hakikat sebagai makhluk sosial. Kehidupan lama dan baru pun menjadi sebuah pilihan tersendiri bagi manusia. Kehidupan baru yang identik dengan era modern mencerminkan bentuk kapital tokoh utama dalam novel yang akan dibedah berdasarkan definisi dari kapital itu sendiri serta akibatnya yang berupa distopia sosial yang terjadi pada masyarakat sekitar tokoh utama dan kemudian dihubungkan berdasarkan sebab akibat keduanya. Rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain: 1) Bagaimana bentuk kapital tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari? 2) Bagaimana bentuk distopia sosial masyarakat sekitar tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir  karya Okky Madasari? 3) Bagaimana hubungan antara bentuk kapital dan distopia sosial yang terdapat dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari?. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) Mendeskripsikan bentuk kapital tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari, 2) Mendeskripsikan bentuk distopia sosial masyarakat sekitar tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari, 3) Mendeskripsikan hubungan antara bentuk kapital dan  distopia sosial masyarakat sekitar tokoh utama dalam novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari. Kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian sosiologi sastra Pierre Bourdieu. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan teknik analisis data ialah teknik deskripsi analisis dengan tahapan-tahapan yang ada. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bentuk kapital atau modal yang dimiliki seseorang dapat mengakibatkan perubahan hubungan antarkelas, mode produksi, dan perubahan gaya hidup masyarakat. Hasrat untuk saling bersaing demi dapat bertahan di kancah kehidupan membuat para pemilik modal (kapitalis) harus pula memiliki habitus yang tepat. Kemudian modal tinggi yang dimiliki seseorang membuatnya mampu membuktikan eksistensi diri karena pemilikan, persaingan, serta rasionalitas menjadi esensi dari kapital telah dimilikinya. Hal tersebut menimbulkan perubahan kecil hingga besar dan telah memunculkan kerusakan-kerusakan. Kerusakan tersebut antara lain kerusakan lingkungan yang merupakan peran pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tak hanya kerusakan lingkungan berupa polusi udara, limbah beracun dan banyak lainnya tetapi juga kerusakan moral serta kerusakan sosial yang terjadi dan pada akhirnya disebut sebagai distopia sosial.


Kata kunci: kapital, distopia sosial, habitus, arena


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.