PEMERTAHANAN BAHASA MADURA DI DESA KRAMAT PULAU MENGARE KECAMATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)

LAILATUS SHOIMAH

Abstract


Pulau Mengare merupakan salah satu pulau yang ada di Gresik selain Pulau Bawean. Pulau Mengare terdiri atas tiga desa, yaitu Tajung Widoro, Watu Agung dan Kramat. Tidak seperti di Desa Tajung Widoro dan Watu Agung, masyarakat tuturnya menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari seperti pada umumnya, tetapi di Desa Kramat terdapat fenomena kebahasaan yaitu bahasa yang digunakan oleh masyarakat tuturnya sebagai bahasa komunikasi sehari-hari adalah bahasa Madura. Hal tersebut memunculkan pertanyaan bagaimana pemertahanan bahasa Madura di Desa Kramat dalam tiga ranah yaitu, ranah keluarga, ranah pendidikan, dan ranah mata pencaharian dan faktor apa sajakah yang melatarbelakangi terjadinya pemertahanan bahasa Madura di Desa Kramat. Adapun tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemertahanan bahasa Madura dalam tiga ranah dan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pemertahanan bahasa Madura di Desa Kramat.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemertahanan bahasa yang disampaikan oleh Fishman. Kemudian, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap dengan teknik simak bebas libat cakap dengan cakap semuka. Adapun metode yang digunakan dalam penganalisisan data adalah metode padan, dengan teknik HBB.Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bahasa Madura yang masih bertahan dan tetap digunakan oleh masyarakat tutur di Desa Kramat sebagai komunikasi sehari-hari yang mencakup dalam tiga ranah yaitu, keluarga, pendidikan, dan mata pencaharian dalam berbagai topik pembicaraan. Kemudian, ditemukan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pemertahanan, yaitu faktor loyalitas, prestise, dan juga jaringan sosial.


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.