KONSISTENSI ABSURDITAS TOKOH ORANG TUA/KAKEK DALAM TIGA NASKAH DRAMA “BULAN BUJUR SANGKAR”, “PETANG DI TAMAN”, DAN “RT 0 – RW 0” KARYA IWAN SIMATUPANG (ABSURDITAS ALBERT CAMUS)

YUSRIL IHZA FAUZUL AZHIM

Abstract


ABSTRAK

KONSISTENSI ABSURDITAS TOKOH ORANG TUA/KAKEK DALAM TIGA NASKAH DRAMA “BULAN BUJUR SANGKAR”, “PETANG DI TAMAN”, DAN “RT 0 – RW 0”

KARYA IWAN SIMATUPANG

(ABSURDITAS ALBERT CAMUS)

Nama Mahasiswa : Yusril Ihza Fauzul Azhim

Program Studi : S1 Sastra Indonesia

Jurusan : Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas : Bahasa dan Seni

Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya

Tahun : 2019

Kata kunci: konsistensi, absurditas, naskah drama.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsistensi absurditas tokoh Orang Tua/Kakek dalam tiga naskah drama “Bulan Bujur Sangkar”, “Petang Di Taman”, dan “RT 0 – RW 0” karya Iwan simatupang dengan menggunakan kajian filsafat absurd Albert Camus melalui tiga tahap konsep berpikir absurd yaitu, kesadaran absurd, pemberontakan dan kebebasan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan objektif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode pustaka dan simak-catat. Metode analisis data menggunakan metode penafsiran terhadap data dengan melakukan beberapa langkah pembacaan, yaitu (1) membaca kritis, (2) membaca kreatif, dan (3) membaca hermeneutika. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk absurditas tokoh Orang Tua/Kakek melalui tiga tahap konsep berpikir absurd: kesadaran absurd, pemberontakan dan kebebasan. Pada naskah drama Bulan Bujur Sangkar tokoh Orang Tua melakukan perlawanan terhadap absurditas dengan cara atau bunuh diri di tiang gantungan; naskah drama Petang Di Taman, tokoh Orang Tua tetap kembali menemui absurditas sebagai bentuk pemberontakan demi meraih kebebasannya.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.