PENGARUH PROPORSI PUREE KACANG KEDELAI (GLYCINE MAX (L) MERILL) dan KUPANG PUTIH (CORBULA FABA HINDS) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KERUPUK

MUHAMMAD RIADHUS S

Abstract


Abstrak


Kerupuk merupakan makanan kering yang popular di Indonesia sebagai makanan pendamping dan lauk pauk. Bahan dasar pembuatan kerupuk adalah pati yang ditambah bahan perasa seperti udang dan ikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi puree kacang kedelai dan kupang putih terhadap sifat organoleptik kerupuk baik mentah maupun matang, mengetahui kandungan gizi kerupuk meliputi energi, karbohidrat, protein, lemak dan kalsium, serta menghitung harga jual kerupuk. 


Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain eksperimen faktorial 3x3. Variabel bebas yaitu proporsi kacang kedelai dan kupang putih. Variable terikat yaitu uji organoleptik kerupuk mentah dan matang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara uji organoleptik oleh 15 panelis terlatih dan 20 panelis semi terlatih. Pengolahan data mengunakan analisis varians tunggal (anava) dengan SPSS yang selanjutnya dilakukan uji laboratorium terhadap kandungan gizi terbaik dan harga jual kerupuk.


Hasil penelitian menunjukkan proporsi puree kacang kedelai dan kupang putih berpengaruh terhadap sifat organoleptik kerupuk baik pada kerupuk mentah maupun matang. Hasil uji organoleptik terbaik adalah 30% kacang kedelai 70% kupang putih. Hasil uji kimia kerupuk mentah terbaik adalah protein 13,89%, karbohidrat 60,72%, lemak 1,43%, kalsium 128,69 ppm, energi 311,32 ppm, sedangkan pada kerupuk matang adalah protein 14,72%, karbohidrat 58,44%, lemak 1,69%, kalsium 126,75 ppm, energi 307,85 ppm. Harga jual kerupuk mentah per kilogram yaitu Rp 46.000/kg sedangkan kerupuk matang adalah Rp 66.000/kg.


Kata Kunci: Kacang Kedelai, Kupang Putih, Kerupuk.


Abstrack


Crackers are popular dry food in Indonesia served as condiment food and side dishes. The basic ingredient of making crackers is starch dough mixed with additional ingredients such as shrimp and fish. The aims of this research were to know the proportion of puree soybean and white mussel against the crackers organoleptic, also nutrient content (energy, carbohydrates, protein, fat and calcium) of crackers, and to estimate commercial cost of crackers from soybean and white mussel.


Experimental study with 3x3 factorial design had been performed. The independent variables were the proportions of puree soybean and white mussel. The dependent responds were the organoleptic properties of raw crackers. The data had been observed through organoleptic test who were conducted by 15 trained panelists and 20 semi-trained panelists. Those had been analized using one analysis of variance (Anova One Way) in SPSS Program. And laboratorium test for nutrition fact and the commercial cost of crackers.


The combination of 30% soybean and 70% white mussel showed the best organoleptic test results for both raw and fried crackers,  contained of 13,89% protein; 60,72% carbohydrates; 1,43% fat; 128,68 ppm calcium of raw crackers; and 311,32 kcal energy for raw crackers and 14,72% protein; 58,44% carbohydrate ; 1,69% fat; 126,75 ppm calcium 307,85 Kcal energy for  fried crackers. The commercial cost of raw crackers were IDR 46.000/kg while fried crackers were IDR 66.000/kg.


Keyword: soybean, white mussel, crackers 


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.