HUBUNGAN ASUPAN MAKANAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA DAN NILAI PRAKTIK PADA SISWI KELAS XI BOGA SMKN 1 BUDURAN SIDOARJOKurnia Fitriani

KURNIA FITRIANI

Abstract


satu zat gizi dapat menimbulkan penyakit. Bila tubuh mengalami kekurangan asupan makanan, yang salah satunya adalah sumber zat besi, maka cadangan besi dalam tubuh banyak yang terpecah. Keadaan seperti ini dapat mempercepat terjadinya anemia, yang dapat menyebabkan aktivitas fisik pada siswi menurun. Upaya penanggulangan masalah anemia pada remaja berkaitan dengan asupan makanan yang mengandung zat besi. Tujuan penelitian ini 1) untuk mengetahui hubungan asupan makanan dengan kejadian anemia, 2) hubungan asupan makanan dengan nilai praktik, dan 3) hubungan kejadian anemia dengan nilai praktik.
Jenis penelitian ini adalah cross sectional,tempat penelitian di SMK Negeri 1 Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan food recall selama 2x24 jam, pengecekan darah melalui tes kadar hemoglobin dengan menggunakan metode cyanmeth,dan observasi pada siswi boga. Subyek penelitian ini adalah siswi kelas XI Boga 1 SMK Negeri 1 Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 32 siswi. Analisis data menggunakan analisis korelasi dengan bantuan program SPSS 18 for windows.
Hasil analisis dipeoleh bahwa ada hubungan asupan makanan dengan kejadian anemia dengan tingkat signifikansi ρ= 0,000 ( = 0,05) dan korelasi sebesar 0,656 (interprestasi kuat). Ada hubungan asupan makanan dengan nilai praktik yang menunjukkan tingkat signifikansi sebesar ρ= 0,000 ( = 0,05) dengan korelasi sebesar 0,635 (interprestasi kuat). Ada hubungan kejadian anemia dengan nilai praktik menunjukkan hasil yang signifikan sebesar ρ= 0,000 ( = 0,05) dengan tingkat korelasi sebesar 0,778 (interprestasi kuat).
Kata Kunci : Asupan Makanan, Kadar Hemoglobin, Nilai


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.