Pengaruh Jenis Mordan dan Teknik Mordanting Terhadap Hasil Jadi Batik dengan Pewarnaan Alami Tanah Merah Tuban

rohma maulidya

Abstract


Abstrak


 


Batik merupakan salah satu kekayaan seni warisan budaya masa lampau. Pembuatan batik dapat menggunakan pewarna sintetis maupun pewarna alami. Pewarna alami pewarna yang berasal dari alam seperti hewan dan tanaman, selama ini pewarna alami yang berasal dari tumbuhan sudah banyak digunakan dalam hal ini penelitian mengangkat tanah laterit atau disebut juga dengan tanah merah, untuk menambah jumlah ketersediaan dan jenis pewarna alam yang dapat digunakan sebagai zat pewarna alam tekstil. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan batik dengan pewarna alami tanah merah Tuban pada jenis mordan dan teknik mordanting (2) Untuk mengetahui pengaruh jenis dan teknik mordanting terhadap hasil jadi pewarnaan batik dengan pewarna alami tanah merah tuban (3) Untuk mengetahui hasil jadi terbaik dari jenis dan teknik mordan yang berbeda pada perwanaan alami tanah merah Tuban. Metode penelitian ini adalah eksperimen. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen pengamatan pengaruh jenis mordan asam cuka, tawas, soda abu dan teknik mordanting terhadap hasil jadi batik dengan pewarnaan alami  tanah merah Tuban yang meliputi kejelasan motif, ketajaman warna, kerataan warna dan penyerapan warna. Kemudian diamati oleh 2 observer dosen tata busana dan 23 observer semi ahli (mahasiswa Tata Busana) yang telah menempuh mata kuliah penyempurnaan tekstil dan desain tekstil. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan anava ganda dan uji Duncan. Hasil analisis menunjukan (1) hasil jadi pewarnaan pada aspek kejelasan motif hasil jadi terbaik pada interaksi asam cuka-simultan dengan nilai mean 3,68, pada aspek kerataan warna hasil jadi terbaik pada interaksi soda abu-after dengan nilai mean 3,24, pada aspek ketajaman warna hail jadi terbaik pada interaksi soda abu –akhir dengan nilai mean 3,40, pada aspek penyerapan warna hasil jadi terbaik pada interaksi  soda abu-after dengan nilai mean 3,48. (2) ada pengaruh yang signifikan pada aspek kejelasan motif; kerataan warna, ketajaman warna, aspek penyerapan warna masing-masing mendapatkan nilai yang signifikan pada P=0,000 yang artinya Ha diterima. (3) berdasarkan rata-rata mean tertinggi terdapat pada jenis mordan asam cuka dengan teknik mordanting simultan.


 


Kata kunci: Jenis mordan, teknik mordanting, hasil jadi batik, tanah merah.


 


 


Abstract


 


Batik is an art heritage from the past culture. The manufacturing of batik may use synthetic dye or natural dye. Natural dye made from nature like animal or plant. Along this time, natural dye which made of plant is often used. This research take laterit soil or named red soil in order to add the availability and type of natural dye that can be used as textile natural dyeing. The aims of this research were (1) determine the outcome of batik dyeing by using natural dye of Tuban red soil on type and technique of mordanting, (2) determine the effect of type and technique of mordanting toward the outcome of batik dyeing by using natural dye of Tuban red soil, and (3) determine the best outcome of different type and technique of mordanting on natural dyeing of Tuban red soil. Method of this research was experimental. Data collected by using observation instrument for the effect of mordant type acetate acid, alum, soda ash and mordanting technique toward the outcome of batik by using natural dye of Tuban red soil including motif clarity, color sharpness, color homogeneity, and color absorption. Batik were produced then observed by 2 expert observers (Fashion Design lecturers) and 23 semi-expert observers (Fashion Design college student) were passed lecture of Perfecting Textile and Textile Design. Data analysis in this research is using two way anava and Duncan test. Analysis result shows (1) the best outcome of dyeing on aspect of motif clarity was on interaction of vinegar acid-simultaneous mordanting with mean score 3.68, the best color homogeneity was on interaction of ash soda-post mordanting with mean score 3.24, the best color sharpness was on interaction of ash soda-post mordanting with mean score 3.40, the best color absorption was on interaction of soda ash-post mordanting with mean score 3.48. (2) There are significant effects on aspect of motif clarity, color homogeneity, color sharpness, and color absorption that respectively obtained significant score at p=0.000 which mean Ha is accepted. (3) Based on higher mean average, the best mordant type is vinegar acid with simultaneous mordanting technique.


 


Keywords: Mordant type, mordanting technique, batik outcome, red soil


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.