PENGARUH MASSA MORDAN TUNJUNG TERHADAP HASIL PEWARNAAN DENGAN KULIT BUAH ASAM (SWEETTAMARIND) MENGGUNAKAN TEKNIK TIE DYE

ANI ROHMATUN NISA, JUHRAH SINGKE

Abstract


Abstrak

Tie dye merupakan salah satu bentuk seni tradisional yang pembuatannya dilakukan dengan cara mengikat kencang di beberapa bagian kain kemudian dicelupkan pada pewarna. Pembuatan tie dye dapat menggunakan pewarna sintetis atau pewarna alami.penelitian ini menggunakan kulit buah asam sebagai bahan zat warna alami dan mordan tunjung.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil pewarnaan tie dye dan uji lab ketahanan luntur warna.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen variabel bebas penelitian ini adalah massa mordan tunjung 100 gram, 200 gram, dan 300 gram. variabel terikat meliputi aspek ketajaman warna pada (1) hasil pewarnaan tie dye pada permukaan kain; (2) hasil motif tie dye. Pengumpulan data menggunakan observasi yang telah diisi oleh 30 observer.Analisis data menggunakan varians tunggal dengan bantuan SPSS 23 serta dilakukan uji laboratorium.Hasil uji data menyatakan bahwa hasil pewarnaan pada aspek hasil pewarnaan tie dye pada permukaan kain dan hasil motif tie dye dengan massa 100 gram dalam kategori cukup baik, massa 200 gram dalam kategori sangat baik dan massa 300 gram dalam kategori baik. Ada pengaruh terhadap massa mordan 100 gram, 200 gram, dan 300 gram ditinjau dari aspek hasil pewarnaan tie dye pada permukaan kain, dan hasil moti tie dye dengan signifikan P=0,000(>0,05).Hal ini ditunjang hasil uji lab ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun yang dapat dilihat dari perubahan warna asli dari uji dan penilaian penodaan terhadap kain putih, massa mordan tunjung yang digunakan yaitu 100gram, 200gram, dan 300gram menunjukkan nilai sama-sama baik yaitu dapat diartikan bahwa ketahanan luntur warna terhadap pencucian sabun dikategorikan baik.

Kata Kunci: Tie Dye, Mordan Tunjung, Kulit Buah Asam

Abstract

Tie dye is one of the traditional art forms made by tying tightly in some parts of the fabric then dipped into the dye. Making tie dye can use synthetic dyes or natural dyes. This study uses tamarind skin as a natural dyes material and mordant tunjung. Purpose of this study is to know the result of tie dye coloring technique and color fastness lab test. The kind of this study is independent variable experiment research. In this study used mass of mordant tunjung 100 gram, 200 gram, and 300 gram. The dependent variable includes aspects of color sharpness at (1) tie dye results coloring on the fabric surface, (2) result of tie dye motif. Data collection used observations that have been filled by 30 observers. Analysis of data used single variance with the help of SPSS 23 and laboratory tests.The result of the data test showed that the coloring result on the tie dye coloring on the surface of the fabric and the tie dye motif aspects with the mass of 100 grams in the category is pretty good, the mass of 200 grams in very good category and the mass of 300 grams in the good category. There is an effect on mordant mass 100 grams, 200 grams, and 300 grams seen from aspect of tie dye coloring on fabric surface, and result tie dye motif with significant P=0.000 (>0.05). This is supported by the results of the color fastness test lab for laundry soap which can be seen from the original color change from the test and the staining assessment of the white fabric. The mass of mordant tunjung used is 100 grams, 200 grams, and 300 grams shows the same good value which can be interpreted that the color fastness to laundry soap is categorized good.

Keywords: Tie Dye, Mordant Tunjung, Tamarind Skin.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.