Hasil Jadi Kerah ½ Rebah Dengan Perbandingan 2:4:6:8 Menurut Metode Porrie Muliawan Pada Blus Katun

NASRUN ABDILLAH

Abstract


 


Abstrak


 


Kerah pada busana merupakan penampilan dekoratif dan fungsional yang menarik sepanjang perkembangan mode. Dengan memvariasikan bentuk kerah, maka sudah berbeda pula garis-garis atau siluet busana itu sendiri. Dalam penulisan skripsi ini penulis mengambil sistem pola Porrie Muliawan pada hasil jadi kerah ½ rebah dengan garis leher yang dibesarkan terlebih dahulu menurut kehendak, dengan pertimbangan bahwa sistem pola kerah ½ rebah pada garis kerah pas leher tersebut sering digunakan sebagai bahan referensi atau pemberian materi pelajaran menjahit di Pendidikan formal maupun non formal, khususnya di kejuruan tata busana.


  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi yang terdiri atas lembar observasi atau format atau blangko pengamatan yang berisi item tentang kejadian yang digambarkan akan terjadi dan penilaiannya dilakukan dengan memberi tanda check list (√) pada daftar yang disediakan dan diisi oleh observer secara langsung tanpa perantara. Teknik analisis data yang digunakan untuk hasil jadi kerah ½ rebah dengan perbandingan konstruksi pola bahu yang ditumpuk 2:4:6:8 cm menurut metode Porrie Muliawan, adalah teknik analisis deskriptif dengan presentase. Untuk mendeskripsikan hasil jadi kerah ½ rebah yang polanya ditumpuk dengan perbandingan 2:4:6:8 menurut metode Porrie Muliawan Dan mengetahui hasil jadi kerah ½ rebah yang terbaik pada blus katun dengan  perbandingan 2 :4 : 6: 8 menurut metode Porrie Muliawan.


Hasil jadi kerah ½ rebah pada tumpukan 2 cm dinilai cukup baik karena memenuhi dua kriteria dari ketiga aspek dan yang terbaik dengan kategori nilai baik pada aspek kerapian(40%), pada tumpukan 4 cm dinilai cukup baik karena memenuhi dua kriteria dari ketiga aspek dan yang terbaik dengan kategori nilai baik pada aspek kestabilan(57%), pada tumpukan 6 cm dinilai baik karena memenuhi tiga kriteria dari kedua aspek dan terbaik dengan kategori nilai sangat baik pada kedua aspek yaitu aspek jatuhnya kerah(47%) dan aspek kestabilan(50%). Pada tumpukan 8 cm dinilai baik karena memenuhi tiga kriteria dari ketiga aspek dengan prosentase lebih dari separuh observer memilih jatuhnya kerah(64%) dan aspek kstabilan(57%) sebagai yang terbaik dan hanya satu aspek dengan kategori cukup pada aspek kesesuaian desain. Hasil jadi kerah ½ rebah yang terbaik adalah kerah ½ rebah dengan  tumpukan pada bahu 6 cm karena dinilai sangat baik pada aspek   jatuhnya kerah dan aspek kestabilan serta dinilai baik pada aspek kerapian dan aspek kesesuaian dengan desain.


 


 


Kata kunci: Kerah ½ rebah, metode Porrie Muliawan, blus katun


 


 


Abstract


 


Collar on clothing is decorative and functional appearance of interest throughout the development mode. By varying the shape of the collar, then have different lines or silhouette of the clothing itself. In the writing of this thesis the author took the system patterns Porrie Muliawan on results so the collar neck with lines that fall was raised in advance according to the will, with the consideration that the collar pattern system fell on the neck the collar of the fitting lines are often used as reference material or giving lessons to sew in the formal and non formal education, particularly vocational fashion layouts.


The Instrument used in this research is the observation of guidelines consisting of observation or sheet format or blangko observations that contains items about the events depicted occur and judgments made by giving a check list (√) on the list of provided and required by the observer directly without intermediaries. Data analysis techniques used for results so the collar fell in comparison with construction pattern shoulder stacked 2: 4: 6: 8 cm by Muliawan Porrie, method is descriptive analysis techniques with percentage. To describe the results so that the pattern of falling collar stacked with comparison 2: 4: 6: 8 according to methods and to know the results of Muliawan Porrie so collars are best laid on cotton blouse with a ratio of 2: 3: 6: 8 according to Porrie Muliawan method.


The results so the collar fell on a pile of 2 cm rated fairly well due to meet two of the three aspects of the criteria and the best with good value category on neatness (40%), on a stack of 4 cm rated fairly well due to meet two of the three aspects of the criteria and the best with good value category on aspects of stability (57%), on a pile 6 cm rated good because it meets the three criteria of both aspects and best value category very well on these two aspects, namely the aspects the fall of the collar (47%) and stability (50%). On a stack of 8 cm rated good because it meets the three criteria of these three aspects, with a percentage of more than half the observer chooses fall collar (64%) and kstabilan (51%) aspects as the best and only one aspect of the category is quite on the suitability of the design. The results so the collar the collar is best laid down by heaps on the shoulders of 6 cm for rated very well on this aspect of the fall collar and aspects of the stability and assessed both on aspects of neatness and appropriateness with design aspects.


 


Keywords: the collar fell, method Porrie Muliawan, cotton blouse


 


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.