TRANSLATION EQUIVALENCE OF SWEARWORD IN THE WALKING DEAD COMIC

Diana Anggraini

Abstract


Abstrak


Mengumpat merupakan salah satu dari fenomena  di masyarakat yang di gunakan dalam percakapan atau dialog dalam berbagai media; salah satunya adalah komik The Walking Dead. Bertahan dalam pasca-apokaliptik zombi membuat karakter – karakter dalam komik mengumpat dengan tidak sengaja. Studi ini menggunakan teori Bell (1991) untuk mengetahui  bagaimana padanan kata makian dalam terjemahan menurut teknik penerjemahan yang diusulkan oleh teori Davoodi (2009). Penelitian ini mengaplikasikan metode deskriptif qualitatif. Data penelitian ini diambil dari pengelompokan dan analisis dialog para tokoh dalam komik yang mengandung kata umpatan. Instrumen yang digunakan untuk membantu penelitian ini adalah laptop. Penelitian ini menunjukkan bahwa semua teknik penerjemahan digunakan dalam menerjemahkan kata umpatna. Teknik – teknik tersebut adalah teknik sensor seperti what a gloomy goddamn day yang diterjemahkan menjadi sepertinya mendung, teknik penggantian dengan contoh Oh fuck! Yang diterjemahkan menjadi Astaga!, teknik tabu ke tabu dengan contoh fuck you yang diterjemahkan menjadi dasar berengsek dan teknik eufemisme dengan contoh Jesus yang diterjemahkan menjadi Ya Tuhan. Hasil penelitian dari menerjemahkan kata umpatan juga ditemukan bahwa terdapat pergeseran bentuk, pergeseran makna, and tema.


Kata Kunci: penerjemahan, kata umpatan, padanan kata, komik


 


Abstract


Swearwords as one of phenomenon in society are used in conversation or dialogue of numerous media; one of them is in the comic The Walking Dead. Surviving in zombie apocalypse make the characters unintentionally do swearing. This research used theory of Bell (1991) to analyze how equivalence of swearword translation based on its translation technique proposed by Davoodi (2009). This research used descriptive qualitative method. The data were collected by gathering and analyzing the dialogs from The Walking Dead comic characters which contain swearword. The instrument of this research is the researcher herself who used laptop to help collecting the data. This research finds that all of the techniques are used to translate swearword. They are censorship technique such as what a gloomy goddamn day is translated into sepertinya mendung, substitution technique such as Oh fuck! Translated into Astaga!, taboo for taboo technique such as fuck you translated into dasar berengsek, and euphemism technique such as Jesus translated into  Ya Tuhan. The translation result of translating swearword also has shift of form, shift of meaning, and theme.


Keywords: Translation, Swearword, Equivalence, Comic


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.