PENGEMBANGAN MODUL BAHASA JERMAN TEMA KEHIDUPAN SEHARI – HARI UNTUK SMA KELAS XI SEMESTER 2 SEBAGAI BAHAN AJAR TAMBAHAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA

LAILY BRATASARI

Abstract


Penelitian mengenai pengembangan bahan ajar dengan judul “Pengembangan Modul Bahasa Jerman Tema Kehidupan Sehari – hari Untuk SMA Kelas XI Semester 2 Sebagai Bahan Ajar Tambahan Untuk Keterampilan Membaca” ini dilatarbelakangi mata pelajaran bahasa Jerman termasuk dalam kelompok pilihan peminatan, baik peminatan kelompok mata pelajaran, maupun peminatan mata pelajaran (lintas minat). Sehingga, kapasitas peserta didik dalam belajar bahasa Jerman sangatlah terbatas. Selain itu, masih sedikit bahan ajar untuk mata pelajaran bahasa jerman yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu kurikulum 2013. Hal tersebut dibuktikan melalui perolehan data angket kebutuhan siswa dengan presentase 100% peserta didik tidak memiliki buku bahasa jerman. Dengan adanya permasalahan tersebut perlu adanya suatu fasilitas berupa bahan ajar yang bisa digunakan peserta didik untuk belajar bahasa Jerman secara mandiri, sehingga kapanpun dan dimanapun peserta didik dapat mempelajari bahasa jerman. Fasilitas yang dapat dikembangkan agar peserta didik dapat belajar bahasa Jerman secara mandiri yaitu Modul Bahasa Jerman yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, yaitu kurikulum 2013. Modul bahasa jerman dalam penelitian ini dikembangkan sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca. Keterampilan membaca dipilih karena melalui perolehan data angket kebutuhan siswa diketahui bahwa 85% siswa mengalami kesulitan dalam memahami teks bahasa jerman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan modul bahasa jerman tema kehidupan sehari – hari untuk SMA kelas XI semester 2 sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan modul bahasa jerman dengan tema kehidupan sehari – hari untuk SMA kelas XI semester 2 sebagai bahan ajar tambahan untuk keterampilan membaca. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian pengembangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Acuan model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D Thiagarajan, terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (disseminate). Namun, sesuai dengan kebutuhan penelitian, maka penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan (develop). Pengembangan modul diuraiakan pada tahap – tahap sebagai berikut. 1) Setelah melakukan analisis kebutuhan, menyusun, dan merancang modul (draf 1) dilakukan proses validasi modul berdasarkan validitas isi dan validitas konstruk oleh 4 validator, kemudian diperoleh penilaian untuk mengukur kelayakan modul dengan presentase 85% dengan kategori sangat layak. (2 ) hasil validasi, komentar, dan saran perbaikan dari para validator dijadikan acuan untuk menyempurnakan modul (draf 2). (3) Selanjutnya, modul (draf 2) diujicobakan kepada 13 siswa kelas XI SMAN 6 Surabaya, sehingga mendapatkan tanggapan dari siswa untuk mengukur keefektifan modul dengan presentase 90% yang tergolong pada kriteria sangat efektif. Hasil data tanggapan siswa digunakan untuk menyempurnakan modul (draf 3) dan sebagai bahan untuk penulisan laporan akhir.


Kata Kunci: Pengembangan, Modul, Bahasa Jerman, Keterampilan Membaca.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.