Profil Protein Semanggi Air (Marsilea crenata) Yang Ditanam Pada Kombinasi Media Tanam Lumpur Lapindo Dan Tanah Alfisol

Rizki K Karunia Hidayati, Fida Rachmadiarti, Yuni Sri Rahayu

Abstract


Lumpur lapindo merupakan lahan yang mengandung banyak logam berat salah satunya adalah Cd sehingga diperlukan perbaikan fungsi lahan salah satunya menggunakan teknik fitoremediasi. Semanggi air berpotensi sebagai fitoremediasi karena memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat di habitat tumbuhnya. Lumpur Lapindo sulit digunakan sebagai media tanam karena tekstur yang sangat liat sehingga perlu ditambahkan tanah alfisol agar dapat dijadikan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kombinasi media tanam lumpur lapindo dan tanah alfisol terhadap kemampuan tanaman semanggi dalam menyerap logam berat Cd pada media tanam, dan profil protein akar semanggi air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan, yaitu kombinasi media tanam lumpur Lapindo: tanah alfisol (0%: 100%, 10%: 90%, 20%:80%, 30%: 70%) dengan 6 kali pengulangan. Parameter yang diukur adalah penurunan logam berat Cd pada media tanam, dan profil protein. Analisis logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) analisa profil protein menggunakan metode Sodium Dedosyl Sulfate Polyacrilamide Gel Electroforesis (SDS-PAGE). Hasil penelitian menunjukkan semanggi air mampu menyerap logam Cd hingga 70% pada media tanah. Kombinasi media tanam berpengaruh terhadap profil protein akar semanggi air. Pada perlakuan kontrol muncul 7 pita protein, perlakuan 10% muncul 2 pita protein, perlakuan 20% muncul 2 pita protein, perlakuan 30% muncul satu pita protein dengan berat molekul 68 kDa, 67 kDa, 66.2 kDa, 60 kDa, 57 kDa, 48 kDa, 45 kDa, 43 kDa, 37 kDa, 35 kDa, 29 kDa.


Keywords


lumpur Lapindo; semanggi air; logam berat; profil protein

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.