Women Intersubjectivity in Three Selected Stories of Angela Carter’s The Bloody Chamber

MAYANK PUTRI ANJANI

Abstract


Abstrak


Hubungan antara pria dan wanita masih menjadi bahasan yang menarik untuk dibicarakan, terutama ketika hubungan antara pria dan wanita tersebut berada dalam sebuah dongeng yang notabene kebanyakan selalu berakhir dengan indah. Namun, dalam tiga cerita gotik karangan Angela Carter berjudul The Bloody Chamber, hubungan antara pria dan wanita justru membawa mereka ke dalam hubungan subjek-objek yang berujung dengan sang subjek yang berubah menjadi pemegang kekuasaan atas wanita. Sebagai objek, wanita menjadi gender kedua yang pada akhirnya membuat wanita harus menjadi si penerima atas kekuasaan pria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya intersubjektifitas wanita yang menyebabkan hubungan subjek-objek antara pemeran utama dan pemeran pria dan cara pemeran wanita mempengaruhi karakter pria dalam tiga cerita pilihan The Bloody Chamber oleh Angela Carter. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang psikoanalisis feminism yang dikembangkan oleh jessica benjamin yang dipengaruhi oleh teori dari Sigmund Freud. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dalam tiga cerita pilihan dalam kumpulan cerita pendek Angela Carter berjudul The Bloody Chamber , terdapat intersubjektifitas antara pemeran utama dengan pemeran pria yang menyebabkan terjadinya hubungan subjek-objek antara mereka berdua yang dipengaruhi oleh nafsu sang subjek dan Thirdness yang menyebabkan si subjek menjadi pemegang kekuasaan atas wanita.


Kata Kunci: Intersubjektifitas, psikoanalisis feminism , hubungan subjek-objek


 


Abstract


A relationship between man and woman always be an interesting topic to discuss, especially when the relationship between them is in a tales which usually will have an happy ending. But in three selected stories of Angela Carter The Bloody Chamber, the relationship between man and woman brings them into subject-object relationship that drives the man becoming the omnipotence who holding the power toward woman. As the object, woman becomes the second sex which in the end, it makes her become the surrender of man’s power. Purpose of this study is to reveal the women intersubjectivity which brings them to subject-object relationship between the main character and her men and also to know the way women’s role influences men’s character selected stories of Angela Carter’s The Bloody Chamber. This study using Intersujectivity theory that developed by Jessica Benjamin which influenced by Sigmund Freud’s theory. From this study, it can be concluded that in three selected stories of Angela Carter entitled The Bloody Chamber,  there is a intersubjectivity between main cahracter and the men which causes subject-object relationship that influenced by the pleasure of the subject and the thirdness which leads the subject become the omnipotence of women.


Keywords: Intersubjectivity, psychoanalysis feminism, subject-object relationship


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.