OBJEKTIFIKASI DAN ABJEKSI TERHADAP PEREMPUAN DALAM HANNAH KENT RITUS PEMAKAMAN

FAJAR KUMARA WIDYASTANA A.

Abstract


Abstrak

Protes terhadap ketidaksetaraan gender di masyarakat menyebabkan perempuan untuk melakukan aksi. Munculnya kritisisme feminis melalui media literasi telah menjadi langkah awal wanita dalam impian mereka untuk meraih kesetaraan dengan laki-laki. Objektifikasi terhadap perempuan adalah teori dimana perempuan hanya dianggap sebagai sebuah objek. Dimana budaya ini telah ada sejak lama seperti menjadikan perempuan sebagai jarahan perang. Calogero pernah menyatakan bahwa wanita dianggap sebagai target utama objektifikasi seksual di masyarakat karena bentuk tubuhnya yang mana di anggap unik (Calogero, 2012, 574). beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi objek dapat dilihat melalui indikator objektifikasi yang dicetuskan oleh Nussbaum yang mana memperlakukan perempuan layaknya objek seperti instrumentalitas, penolakan anatomi, pasif, fungsibilitas, kekerasan, kepemilikan, dan penolakan subjektifitas. Sedangkan abjeksi adalah sebuah tindakan dimana menganggap sesuatu sebagai sesuatu yang kotor. Kristeva melalui bukunya The Power of Horror: An Essay on Abjection mengatakan bahwa konsep dari abjeksi adalah sebuah proses dimana mematikan kepekaan seseorang baik secara fisik ataupun biologis, sosial, dan budaya yang mana seseorang dianggap tidak dapat ditoleransi (1982). Kedua hal diatas menjadi alasan penulis untuk membuat sebuah essay yang mana novel Hannah Kent berjudul Burial Rites menyediakan aspek terhadap objektifikasi dan abjeksi terhadap perempuan. Pertanyaan ilmiah penulis adalah bagaimana objektifikasi terhadap karakter utama di novel (1) dan bagaimana objektifikasi terhadap perempuan merujuk pada abjeksi di novel (2).

Abstract


Protest upon gender disparity in society causes a lot of women to act up. The emergence of feminist critisism via literature media has been a early step for women to reach equality to men. Objectification upon women is a theory in which women are assumed as objects. In the place where the culture of women objectification thrived, women were used as raids in wars. Calogero stated that women merely assumed as main targets of sexual objectification in society for their unique body shape (Calogero, 2012, 574). A few things cause a person in becoming an object can be seen through the indicator of objectification proposed by Nussbaum. It said women are treated in the manners of instrumentality, denial of autonomy, inertness, fungibility, violability, and ownership.While, abjections are acts of assumming something as degradingly filthy. Kristeva stated, in The Power of Horror: An Essay on Abjection, that the concept of abjection is described as the process by which one separates one’s sense of self (be it physical and biological, social or cultural) from that which one considers intolerable and infringes upon one’s self (1982). The twos above becomes the background of the writer to write an essay in the novel Burial Rites by Hannah Kent, which provides aspects upon objectification and abjection on women. The scientific discussion would be ‘how is women’s objectification depicted toward the main character ?’, and ‘how does women’s objectification lead to abjection in the novel?’.







Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.