Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving SSCS pada Materi Kubus dan Balok Di Kelas VIII-C SMP Negeri 2 Paciran Lamongan

NANIK INDRAWATI BM

Abstract


Matematika berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sehingga konsep dan aplikasinya sangat dirasakan manfaatnya dalam pembelajaran. Pemecahan masalah merupakan bagian yang cukup penting dalam proses pembelajaran matematika. Menurut informasi dari beberapa guru matematika di SMP Negeri 2 Paciran Lamongan, guru matematika masih kesulitan untuk membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa belum mempunyai kesempatan untuk membangun pengetahuan mereka sendiri tentang matematika secara mendalam yang didasarkan pada apa yang mereka telah ketahui dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Siswa menjadi berpikir bahwa matematika itu abstrak dan membosankan karena hanya menghafalkan rumus serta ide kreatif belajarnya menjadi terbatas. Dengan demikian perlu adanya guru dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga siswa dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar mereka. Salah satu model yang dapat memicu siswa untuk ikut serta secara aktif dan berorientasi pada pemecahan masalah dalam kegiatan belajar mengajar adalah model pembelajaran  Problem Solving SSCS.


Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan pembelajaran oleh guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respons siswa terhadap pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Solving SSCS pada materi kubus dan balok di kelas VIII-C SMPN  Negeri 2 Paciran Lamongan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 2 Paciran Lamongan tahun ajaran 2013/2014. Subjek pengamatan siswa dipilih dua kelompok, yang masing-masing kelompok beranggotakan empat siswa. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah one-shot case study, dilaksanakan selama tiga pertemuan untuk pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Solving SSCS dan satu pertemuan untuk tes hasil belajar dan pengisian angket respons siswa.


Hasil analisis data menunujukkan: (1) pengelolaan pembelajaran oleh guru secara keseluruhan mendapat skor 3,54 sehingga dikategorikan baik; (2) siswa tergolong aktif selama pembelajaran dengan rata-rata presentase aktivitas siswa adalah 79,12%; (3) nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 72,61; dan (4) respons siswa terhadap pemebelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving SSCS lebih dari 50% sehingga dikategorikan positif.


Kata kunci :Model Pembelajaran Problem Solving SSCS.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.