Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal PISA

AMINATUL KARIMAH

Abstract


Abstrak


Berdasarkan hasil surveiProgram for International Student Assessment (PISA) 2012 pada mata pelajaran matematika, Indonesia berada pada peringkat ke 64 dari 65 negara yang disurvei. Rendahnya prestasi tersebut ditengarai tidak terlepas dari proses pembelajaran di sekolah. Salah satunya siswa belum terbiasa menyelesaikan soal-soal dengan karakteristik konteks nyata seperti pada soal PISA. Hal ini mengindikasikan bahwa literasi matematika siswa SMP di Indonesia sangat lemah sehingga masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal PISA. Akibatnya banyak kesalahan yang dilakukan siswa SMP ketika dihadapkan pada soal-soal PISA.


Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal PISA dan upaya untuk mengatasi kesalahan dengan pemberian scaffolding. Kesalahan siswa dianalisis berdasarkan kesalahan Newman (1977) yaitu membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Sedangkan scaffolding yang diberikan berdasarkan Anghileri (2006) level ke-2 yaitu explaining, reviewing, restructuring dan level ke-3 developing conceptual thinking.


Tes tulis diberikan kepada 26 siswa kelas IX C SMP Laboratorium UNESA pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Tes tersebut berfungsi untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal PISA yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis data terhadap 26 siswa, kesalahan dalam memahami soal sebanyak 46,4%, kesalahan dalam mentransformasi soal sebanyak 50%, kesalahan dalam keterampilan proses sebanyak 3,6%. Kesalahan transformasi paling banyak dilakukan oleh siswa, siswa telah memahami soal, tetapi siswa tidak dapat menentukan metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal. Dari hasil tes tersebut, peneliti memilih 3 subjek penelitian secara purposif dan berdasarkan jenis kesalahan yang dilakukan dalam menyelesaikan soal PISA. Kemudian wawancara dilakukan untuk mengetahui penyebab kesalahan dan dilanjutkan dengan pemberian scaffolding.


Pada 3 subjek penelitian, kesalahan dalam memahami soal (54,5%), kesalahan dalam mentransformasi soal (36,4%), dan kesalahan dalam keterampilan proses (9%). Kesalahan dalam memahami soal paling banyak dilakukan, siswa tidak dapat mengidentifikasi apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal. Scaffolding yang diberikan untuk mengatasi kesalahan dalam memahami soal yaitu dengan reviewing. Dengan menerapkan soal PISA dalam pelajaran sehari-hari dapat melatih kemampuan komunikasi siswa secara tertulis, dapat melatih siswa untuk menggunakan simbol dan penalaran, dan merencanakan solusi untuk menyelesaikan soal PISA. Hal itu dapat menjadi salah satu cara agar siswa di Indonesia tidak tertinggal oleh siswa di negara lain.


Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Soal PISA, Scaffolding,Newman


Abstract


Based on the survey results Program for International Student Assessment (PISA) 2012 in mathematics, the Indonesia’s position ranks 64th from 65 countries studied. The poor performance is considered inseparable from the learning process in schools, one of which students are not usual to solve problems with the characteristics of a real context as a problem on PISA. This indicates that the junior high school students' mathematical literacy in Indonesia so weak that they had difficulty in solving PISA problems. As a result many mistakes made by junior high school students when faced with the PISA problems.


The goal of this research is to describe the types and causes of students’ errors in solving PISA and to overcome theses errors with the provision of scaffolding. Students’ errors were analyzed by Newman error analysis (1977) that is reading, comprehension, transformation, process skills, and encoding. While the provision of scaffolding based on Anghileri (2006) 2nd level there is explaining, reviewing, and restructuring, and 3rd level is developing conceptual thinking.


Written test is given to the 26 students of class IX C SMP Laboratorium UNESA in the even semester 2015/2016. The test is used to determine the type of errors made by the students in solving PISA problems that have been translated into Indonesian.Based on the analysis of the 26 students, comprehension error is 46,4%, transformation error is 50%, and process skill error is 3,6%.The transformation error is the most commmon error made by the students, students have understood what was asked in the problem, but students are not able to determine the method to be used to solve the problem.


From the results, the researchers chose 3 subjects of research purposively and by many types of errors made in solving PISA problem, then interviewed to determine the cause of the error and the provision of scaffolding. In the 3 subjects of research, comprehension error (54,5%), transformation error (36,4%), dan process skill (9%). The comprehension error is the most performed by the students in solving PISA problems, students can not process the information what is known and asked the question. To overcome comprehension error is by reviewing. By applying PISA problems in daily lessons can train students' written communication skills in solving PISA problems, can train students to use symbols and reasoning in solving PISA problems, and planning the solutions to solve the PISA problems. It can be one of ways for Indonesia students are not left behind by other countries students.


Keywords: Error Analysis, PISA Problem, Scaffolding, Newman


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.