KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISWA AUDITORI KELAS X SMA DENGAN MEMPERTIMBANGKAN KECEMASAN MATEMATIKA

HARDIKA ENDRIK AGIYANTORO

Abstract


Abstrak


Kemampuan dalam menyelesaikan soal cerita umumnya dimiliki oleh setiap siswa. Dalam proses menyelesaikan suatu soal cerita siswa mungkin akan menemui kesulitan dalam pekerjaannya. Ketika siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita dapat menimbulkan kecemasan matematika. Setiap siswa memiliki tingkat kecemasan yang berbeda-beda yaitu kecemesan matematika tinggi, sedang dan rendah. Kecemasan matematika dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pada penelitian sebelumnya disebutkan hubungan negatif antara kecemasan matematika dengan hasil belajar matematika artinya semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin rendah hasil belajarnya. Kecemasan dapat terjadi pada setiap siswa tak terkecuali siswa dengan gaya belajar auditori. Gaya belajar auditori menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan matematika  pada siswa auditori saat menghadapai matematika adalah membuat santai dan nyaman dengan mendengarkan musik atau nada.


Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Ponorogo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menyelesaikan soal pada siswa auditori yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, sedang, dan rendah. Peneliti memberikan angket gaya belajar siswa dan angket kecemasan matematika untuk memilih subjek. Peneliti memberikan tes penyelesaian soal cerita materi sistem persamaan linear tiga variabel dan mewawancarai subjek. Subjek dalam penelitian ini tiga siswa auditori yang memiliki tingkat kecemasan berbeda-beda yaitu satu siswa auditori dengan tingkat kecemasan matematika tinggi, siswa auditori dengan tingkat kecemasan matematika sedang, dan siswa auditori dengan tingkat kecemasan matematika tinggi.


Berdasarkan hasil dari analisis data ketiga subjek, subjek yang memiliki tingkat kecemasan tinggi termasuk kategori kurang dan berada pada tingkat pertama dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Subjek tidak dapat memahami soal dengan baik, subjek tidak menggunakan rencana penyelesaian yang benar, subjek tidak mampu mengembalikan jawaban sesuai permintaan soal nomor. Subjek yang memiliki tingkat kecemasan sedang termasuk sangat baik dan berada pada tingkat ketiga dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Subjek mampu memahami soal dengan baik, subjek merencanakan penyelesaian soal cerita dengan benar, subjek melaksanaan soal cerita sesuai yang direncanakan. Subjek memeriksa kebenaran jawabannya. Subjek yang memiliki tingkat kecemasan rendah termasuk kategori sangat baik dan berada pada tingkat ketiga dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Subjek mampu memahami soal dengan baik, subjek merencanakan penyelesaian soal cerita dengan benar, subjek melaksanaan soal cerita sesuai yang direncanakan. Subjek memeriksa kebenaran jawabannya.


Kata kunci: Kemampuan menyelesaiakan soal cerita, kecemasan matematika, siswa auditori.


 


Abstract


The ability in resolving problem is commonly owned by every student. In the process of resolving story question maybe will face the difficulties in the problem resolving. When student found difficulties to solve the questions can result mathematics anxiousness with auditory study style. Every student has the anxiousness level which high anxiousness level, medium and low. The student anxiousness can give impact toward student study result. In the previous study stated that the negative anxiousness mathematics relations with mathematics study result have meaning that the higher level of anxiousness and the lower study result. Anxiousness can happen to ever student expect student with auditory study style. Auditory study style emphasized hearing as the main tool to absorb knowledge information. One of method to resolve the anxiousness of mathematics in auditory student is to make mathematics is more relax and comfortable subject with music or melody.


This research is qualitative research. Furthermore, this research is done in Senior High School 1 Ponorogo. The purpose of this study is to describe the problem solving ability of auditory student which have high anxiousness level, medium and low. The research gave student study style questionnaire and mathematics anxiousness questionnaire in order to see the subject. In addition, the research gave story question resolving test linear similarity material system three variables and subject interview. The subject is three auditory students with high level of mathematics anxiousness, auditory students with medium level of mathematics anxiousness and auditory students with low level of mathematics anxiousness.


Based on the three data subject analysis, subject with high level anxiousness counted as lack category and on the first level in resolving mathematics story questions. The subject cannot understand the question properly, the subject did not plan the solution arrangement properly, the subject cannot answer the question as the question display. Subject with medium level anxiousness counted as good and on the third level in resolving mathematics story questions. The subject can understand the question properly, the subject plans the solution arrangement properly, the subject answers the question as the question display, the subject is checking his answer. Subject with low level anxiousness counted as excellent and on the third level in resolving mathematics story questions. The subject can understand the question properly, the subject plans the solution arrangement properly, the subject answers the question as the question display, the subject is checking his answer.


Keywords: The ability in resolving mathematics story question, mathematics anxiousness, auditory student.


Full Text: DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.