AKTIVITAS MATEMATIS, INTERAKSI, DAN RESPONS STIMULUS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PENEMUAN TERBIMBING DITINJAU DARI KEYAKINAN MATEMATIS

SHENTIA LIYUWANA DEFI, ISMAIL

Abstract


Abstrak

Struktur kognitif yang berkenaan dengan Belief (keyakinan) matematik tersembunyi, namun gejala biasanya muncul pada saat ia melakukan aktivitas matematika, interaksi dengan lingkungan kelas, atau respons terhadap stimuli. Untuk melihat ketiga gejala tersebut yakni melalui proses pembelajaran. Model pembelajaran penemuan terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang menitik beratkan pada proses atau pengalaman secara mandiri sehingga dapat dijadikan media untuk melihat ketiga gejala tersebut. Keyakinan matematis yang dimiliki siswa terbagi menjadi tiga tingkatan yakni positif, netral, dan negatif. Keyakinan matematis tersebut dapat berubah, dipengaruhi oleh diri dan lingkungannya. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terkait aktivitas matematis, interaksi, dan respons stimulus siswa sma dalam pembelajaran matematika penemuan terbimbing ditinjau dari keyakinan matematis. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Namun, pemilihan subjek dilakukan dengan metode kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, angket, tes, dan wawancara. Tiga subjek penelitian dipilih dari 32 siswa yang mengikuti pembelajaran matematika penemuan terbimbing. Siswa yang terpilih tersebut dari 60 siswa kelas XI-MIPA 1 dan XI-MIPA 3 di SMAN 1 Arosbaya, Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran penemuan terbimbing yang diterapkan, masuk dalam kriteria sangat baik. Aktivitas matematis yang ditunjukkan siswa SMA dengan tingkat keyakinan matematis positif dan netral adalah baik, sedangkan yang ditunjukkan siswa dengan tingkat keyakinan matematis negatif adalah kurang baik. Interaksi dengan lingkungan kelas yang dilakukan siswa SMA dengan tingkat keyakinan matematis positif dan netral memiliki interaksi yang baik, dengan guru maupun anggota kelompok, sedangkan siswa dengan tingkat keyakinan matematis negatif memiliki interaksi yang baik dengan anggota kelompok, tetapi kurang baik dengan guru. Respons terhadap stimulus yang diberikan oleh siswa SMA dengan tingkat keyakinan matematis positif dan netral adalah sangat baik, sedangakan respons terhadap stimulus yang diberikan oleh siswa dengan tingkat keyakinan matematis negatif adalah kurang baik. Kemudian, hasil belajar siswa dengan tingkat keyakinan matematis positif menunjukkan persentase ketuntasan belajar lebih dari 50%. Sedangkan, hasil belajar siswa dengan tingkat keyakinan matematis netral dan negatif, menunjukkan persentase ketuntasan belajar kurang dari 50%.

Kata Kunci: aktivitas matematis, interaksi, respon stimulus, pembelajaran penemuan terbimbing, dan keyakinan matematis.


Abstract

Cognitive structures related to hidden mathematical beliefs, but symptoms usually appear when a person performs mathematical avtivity, interaction with the environment, and reponse to stimulus. To see the three symptoms through by going the learning process. Guided discovery learning model is on of the learning models that focuses onthe process or experience independently, so it can ce used as media to see the three symptoms. Beliefs that students have divided into three levels of positive, neutral, and negative. Mathematical beliefs that students have may change, influenced by themselves and the environment. Therefore, conducted related research to mathematical activity, interaction, stimulus response of high school students in learning mathematics of guided discovery in terms of mathematical beliefs. This research method is qualitative descriptive. However, the selection of research subjects is conducted by quantitative method. Data were collected using observation technique, questionnaires, tests, and interviews. Three subjects were selected from 32 students who followed the guided discovery mathematics learning. The selected students were from 60 students of class XI-MIPA 1 and XI-MIPA 3 at SMAN 1 Arosbaya, Bangkalan. The results showed that the guided discovery learning model applied by teachers was classified into very well criteria. The mathematical activities shown by high school students with mathematical beliefs level positive and neutral were good, while shown by students with negative mathematical belief level were less good. The interaction between high school classroom environment and positive and neutral mathematical beliefs was good. They had good interaction with teacher and group members as well, whereas students with negative mathematical beliefs had good interaction with group members but had less good interaction with teacher. The responses to stimuli given by high school students who had positive and neutral mathematical beliefs were excellent, while responses to stimuli given by students with negative mathematical beliefs were less good. Then, student learning outcome with positive mathematical belief level show the percentage of mastery learning more than 50%. Whereas, students with neutral and negative mathematical beliefs show the percentage of learning mastery less than 50%.Keywords: mathematical activities, interactions, stimulus responses, guided discovery learning, and mathematical beliefs





Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.