PROSES BERPIKIR SISWA DALAM PENGAJUAN SOAL MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT

WAHYU OKTA HANDAYANI, ENDAH BUDI RAHAJU

Abstract


Abstrak

Pengajuan soal adalah kegiatan membuat soal matematika berdasarkan informasi yang diberikan kemudian menyelesaikan soal yang telah dibuatnya tersebut. Pengajuan soal yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengajuan soal pre-solusi. Proses berpikir yaitu rangkaian aktivitas kognitif yang terjadi di dalam pikiran seseorang, yang meliputi tahap-tahap: mengingat, mempertimbangkan, membuat argumen, dan membuat keputusan. Setiap siswa tentunya mempunyai cara yang berbeda dalam memproses informasi, salah satunya karena perbedaan gaya kognitif. Gaya kognitif yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gaya kognitif field dependent dan field independent.

Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses berpikir siswa bergaya kognitif field dependent dan field independent dalam pengajuan soal matematika. Berdasarkan hasil Tes Kemampuan Matematika (TKM) dan GEFT (Group Embeded Figure Test) diperoleh 2 subjek penelitian yaitu 1 siswa perempuan bergaya kognitif field dependent dan 1 siswa perempuan bergaya kognitif field independent.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir siswa field dependent dalam membuat soal matematika yaitu siswa hanya mengidentifikasi sebagian permintaan tugas yang diberikan pada TPS. Dalam merencanakan pembuatan soal matematika, siswa mendapatkan ide untuk membuat soal dari informasi yang terdapat pada TPS (mudah dipengaruhi oleh informasi dari luar). Siswa tidak dapat memberikan alasan terkait dengan pembuatan soal matematika. Siswa juga mengecek kembali soal yang telah dibuat. Sedangkan proses berpikir siswa field dependent dalam menyelesaikan soal yaitu menganalisis dengan cara membaca, menceritakan kembali, dan mengidentifikasi informasi yang diketahui pada soal. Siswa membuat rencana penyelesaian soal dan menyelesaikan soal sesuai dengan rencana tersebut. Siswa tidak dapat memberikan alasan yang jelas terkait dengan penyelesaian soal. Sebelum hasil TPS dikumpulkan kepada peneliti, siswa mengecek kembali penyelesaian soal yang telah dilakukan.

Proses berpikir siswa field independent dalam membuat soal matematika yaitu siswa mengidentifikasi semua permintaan tugas pada TPS. Dalam merencanakan pembuatan soal matematika, siswa mendapatkan ide untuk membuat soal dari dirinya sendiri (tidak terlalu terpengaruh dengan informasi dari luar). Siswa dapat memberikan alasan terkait dengan pembuatan soal matematika. Siswa juga mengecek kembali soal yang telah dibuat. Siswa mempunyai keinginan untuk membuat/mengganti soal yang lebih sulit namun masih ragu. Sedangkan proses berpikir siswa field independent dalam menyelesaikan soal yang telah dibuatnya yaitu menganalisis dengan cara membaca, menceritakan kembali, dan mengidentifikasi informasi yang diketahui pada soal. Siswa membuat rencana penyelesaian soal dan menyelesaikan soal yang telah dibuatnya sesuai dengan rencana. Siswa mampu memberikan alasan yang jelas terkait dengan penyelesaian soal. Sebelum hasil TPS dikumpulkan kepada peneliti, siswa mengecek kembali penyelesaian soal yang telah dilakukan.

Kata kunci: Proses Berpikir, Pengajuan Soal, Pengajuan Soal Pre-Solusi, Field Dependent dan Field Independent


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.